Apa Saja Gejala Infeksi Virus Nipah? Jangan Abaikan Tanda Awal yang Tampak Sepele

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Infeksi virus Nipah kembali menjadi perhatian global setelah munculnya kasus di India. Meski jumlah kasus tidak banyak, penyakit ini tetap dianggap berbahaya karena memiliki tingkat kematian tinggi. Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan virus Nipah adalah gejala awalnya yang kerap tampak ringan, sehingga sering tidak disadari sejak dini. 

Virus Nipah merupakan penyakit Zoonosis, yakni infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia.  Kelelawar buah dan babi diketahui sebagai reservoir alami virus ini. Penularan juga dapat terjadi antarmanusia, termasuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Dan, hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat khusus.

Berapa lama masa inkubasi virus Nipah? Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari setelah terpapar, seperti dikutip dari BBC pada Rabu, 28 Januari 2026. Pada fase ini, seseorang bisa tampak sehat, tapi virus sudah berkembang di dalam tubuh.

Kondisi inilah yang membuat Nipah berisiko memicu penularan tanpa disadari, terutama jika tidak diikuti kewaspadaan kesehatan.

Gejala Virus Nipah yang Sering Dianggap Sepele

Pada tahap awal, gejala infeksi virus Nipah mirip dengan penyakit infeksi umum lainnya. Beberapa tanda yang paling sering muncul antara lain:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mual dan muntah
  • Sakit tenggorokan

Karena gejalanya tidak spesifik, banyak orang menganggap kondisi ini sebagai flu biasa atau kelelahan. Padahal, pada sebagian pasien, virus dapat berkembang dengan cepat menjadi kondisi yang jauh lebih serius.

Gejala Lanjutan dan Komplikasi Berat Virus Nipah

Jika infeksi berlanjut, penderita virus Nipah dapat mengalami gangguan yang lebih berat. Gejala lanjutan yang perlu diwaspadai meliputi: 

  • Mengantuk berlebihan
  • Kebingungan atau perubahan kesadaran
  • Sesak napas akibat pneumonia

Dalam kasus yang parah, infeksi virus Nipah dapat menyebabkan ensefalitis, yaitu peradangan otak yang berpotensi fatal. Kondisi ini ditandai dengan kejang, penurunan kesadaran drastis, hingga koma. Pada tahap ini, risiko kematian meningkat signifikan.

Tidak Semua Pasien Virus Nipah Bergejala

Hal yang juga perlu menjadi perhatian, tidak semua orang yang terinfeksi virus Nipah langsung menunjukkan gejala. Ada pasien yang tetap asimtomatik, tapi tetap berpotensi menularkan virus kepada orang lain. Fakta ini membuat deteksi dini dan pelacakan kontak menjadi sangat penting dalam mencegah penyebaran lebih luas.

Mengapa Virus Nipah Sangat Berbahaya? Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan virus Nipah ke dalam daftar 10 penyakit prioritas global karena potensi wabahnya. Tingkat kematian akibat infeksi ini dilaporkan mencapai 40 hingga 75 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan banyak penyakit menular lainnya. 

Hingga saat ini, penanganan virus Nipah masih bersifat suportif, yakni meredakan gejala dan menjaga fungsi organ tubuh. Karena belum ada pengobatan spesifik, pencegahan dan kewaspadaan terhadap gejala awal menjadi kunci utama.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Masyarakat disarankan segera mencari bantuan medis jika mengalami demam disertai sakit kepala berat, gangguan kesadaran, atau sesak napas, terutama bila memiliki riwayat kontak dengan penderita atau berada di wilayah dengan kasus virus Nipah. 

Mengenali gejala infeksi virus Nipah sejak dini bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga berperan penting dalam mencegah penularan yang lebih luas. Jangan mengabaikan tanda awal yang tampak sepele, karena dampaknya bisa berakibat fatal. 

Read Entire Article
Helath | Pilkada |