Liputan6.com, Jakarta - Perawatan kulit merupakan bagian penting dari rutinitas kecantikan dan kesehatan, dan banyak orang kini memilih bahan alami karena lebih lembut serta ramah di kantong. Salah satu bahan alami populer adalah kopi, yang tidak hanya diminum tetapi juga dimanfaatkan sebagai lulur tubuh buatan sendiri.
Kopi memiliki butiran halus yang efektif sebagai eksfoliator alami untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati. Kandungan kafein di dalamnya dipercaya dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga kulit tampak lebih cerah jika digunakan secara rutin.
Dengan tekstur yang mudah dibentuk dan aroma yang menenangkan, lulur kopi menjadi pilihan favorit untuk perawatan kulit alami. Dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, berikut cara membuat lulur dari kopi, variasi resep sederhana, pemilihan bahan tambahan, serta panduan penggunaan yang aman agar kulit tetap sehat dan lembut, Rabu (28/1/2026).
Apa Itu Lulur Kopi dan Manfaatnya untuk Kulit
Lulur kopi adalah produk scrub atau eksfoliator alami yang terbuat dari kopi bubuk atau ampas kopi yang digabungkan dengan bahan-bahan lain seperti minyak, gula, atau oat untuk menghasilkan tekstur yang pas dan nyaman di kulit. Bahan utama kopi memiliki butiran halus yang efektif untuk mengangkat sel kulit mati, sehingga kulit terasa lebih halus dan bersih setelah pemakaian.
Manfaat Lulur Kopi
Pemanfaatan kopi sebagai bahan perawatan tubuh dikenal memberikan manfaat nyata bagi kesehatan kulit. Sebelum menerapkan cara membuat lulur dari kopi untuk kebutuhan usaha kosmetik, penting untuk memahami manfaat utama yang bisa diperoleh dari bahan alami ini. Berdasarkan Jurnal Tata Rias (2023), penggunaan lulur kopi secara rutin menawarkan sejumlah manfaat bagi perawatan kulit tubuh.
1. Mengangkat Sel Kulit Mati
Partikel kopi memiliki struktur alami yang mampu membantu proses eksfoliasi tanpa memberikan tekanan berlebih pada kulit. Proses ini membantu membersihkan lapisan kulit dari sel mati sehingga kulit menjadi lebih bersih dan siap menerima perawatan lanjutan dengan hasil yang lebih optimal.
2. Menjaga Kelembapan Kulit
Kombinasi kopi dengan bahan pendukung yang sesuai dapat membantu mempertahankan kadar air pada kulit. Dengan demikian, kulit terasa lebih kenyal, lembut, dan tidak mudah mengalami kekeringan setelah perawatan.
3. Meratakan Tekstur Kulit
Kopi mengandung kafein dengan kadar sekitar 1–1,5% yang diketahui memiliki efek vasokonstriktor, yaitu membantu penyempitan pembuluh darah. Efek ini berkontribusi dalam membuat permukaan kulit tampak lebih rata dan kencang, terutama jika lulur kopi digunakan secara konsisten.
4. Membuat Kulit Lebih Halus
Pemakaian lulur kopi secara teratur dapat mengurangi kekasaran kulit akibat penumpukan sel mati. Selain itu, pijatan lembut saat pengaplikasian juga memberikan efek relaksasi yang mendukung kulit terasa lebih halus dan nyaman.
5. Membantu Mencerahkan Kulit
Lulur kopi membantu membersihkan kotoran dan residu yang membuat kulit terlihat kusam. Setelah penggunaan, kulit tampak lebih segar dan memiliki tampilan cerah alami.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Untuk membuat lulur kopi sendiri di rumah, berikut bahan-bahan dasar yang umum digunakan:
Bahan Utama
- Bubuk kopi: bisa menggunakan kopi yang belum diseduh untuk butiran lebih tajam, atau ampas kopi dari kopi seduhan.
- Minyak alami: seperti minyak zaitun, minyak kelapa, atau minyak almond, yang berguna untuk menambah kelembapan.
- Gula atau garam: sebagai bahan pelengkap eksfoliasi agar butiran lulur lebih efektif.
- Air hangat: untuk menyesuaikan konsistensi lulur agar mudah dioleskan.
Selain itu, Anda bisa menambahkan bahan pendukung lain seperti oatmeal atau baking soda untuk variasi tekstur dan manfaat tambahan.
Langkah-Langkah Membuat Lulur Kopi di Rumah
Berikut ini langkah sederhana untuk membuat lulur kopi yang bisa dicoba sendiri:
Resep Dasar Lulur Kopi
Bahan:
- ½ cangkir bubuk kopi
- ¼ cangkir minyak alami (mis. minyak zaitun atau kelapa)
- 2 sendok makan air hangat
Cara membuat:
- Campurkan bubuk kopi dan minyak dalam wadah bersih. Aduk hingga merata.
- Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai teksturnya menjadi pasta yang mudah dioleskan.
- Lulur siap digunakan.
Variasi Resep Lulur Kopi yang Bisa Dicoba
Selain resep dasar, Anda juga bisa mencoba kombinasi bahan lain sesuai kebutuhan kulit:
1. Lulur Kopi + Gula
Campurkan bubuk kopi dan gula pasir dengan minyak, lalu tambahkan sedikit air. Butiran gula akan memberikan sensasi eksfoliasi yang lebih terasa dan efektif untuk kulit yang lebih kasar.
2. Lulur Kopi + Garam Himalaya
Perpaduan ini menghasilkan exfoliant yang lebih intens dan bisa dipakai untuk area tubuh yang tebal seperti siku atau tumit. Pastikan pijat dengan lembut agar kulit tetap nyaman.
3. Lulur Kopi + Oatmeal
Oatmeal memberi tekstur yang lebih halus dan menenangkan kulit, cocok untuk kulit sensitif.
4. Lulur Kopi + Baking Soda
Kombinasi ini cocok untuk membersihkan kotoran serta sel kulit mati secara menyeluruh.
Cara Penggunaan yang Tepat
Agar hasil lulur kopi lebih maksimal dan aman digunakan, berikut tips pemakaian:
- Gunakan lulur saat mandi, ketika kulit sedikit lembap agar butiran lulur bisa bekerja optimal.
- Pijat kulit dengan gerakan memutar lembut, fokus pada bagian yang kasar seperti lutut, siku, dan tumit.
- Bilasan air hangat setelah lulur digunakan, kemudian keringkan dan gunakan pelembap untuk menutup perawatan.
- Frekuensi penggunaan idealnya 1–2 kali per minggu untuk menghindari iritasi akibat eksfoliasi berlebihan.
Tips Aman dan Efektif Penggunaan Lulur dari Kopi
- Bagi yang memiliki kulit sensitif atau bermasalah, sebaiknya lakukan uji coba di area kecil kulit terlebih dahulu untuk memastikan tidak menimbulkan reaksi iritasi.
- Jika kulit terasa kering atau merah setelah penggunaan, kurangi frekuensi atau gunakan bahan tambahan yang lebih lembut seperti oatmeal.
- Simpan lulur di wadah tertutup di tempat kering agar tetap segar dan tidak cepat rusak.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apakah lulur kopi aman digunakan untuk semua jenis kulit?
Lulur kopi pada dasarnya aman untuk sebagian besar jenis kulit, terutama kulit normal dan kering. Namun, bagi pemilik kulit sensitif atau mudah iritasi, disarankan untuk melakukan uji coba terlebih dahulu pada area kecil kulit. Gunakan butiran kopi yang lebih halus dan kombinasikan dengan bahan lembut seperti oatmeal atau minyak alami agar tidak menyebabkan iritasi.
2. Berapa kali sebaiknya lulur kopi digunakan dalam seminggu?
Penggunaan lulur kopi yang ideal adalah 1–2 kali dalam seminggu. Pemakaian terlalu sering dapat menyebabkan kulit menjadi kering atau iritasi karena proses eksfoliasi yang berlebihan. Dengan frekuensi yang tepat, lulur kopi dapat membantu mengangkat sel kulit mati tanpa merusak lapisan pelindung kulit.
3. Apakah lulur kopi bisa membantu mencerahkan kulit?
Ya, lulur kopi dapat membantu mencerahkan kulit secara alami. Butiran kopi berfungsi mengangkat sel kulit mati yang membuat kulit tampak kusam, sementara kandungan kafein membantu meningkatkan sirkulasi darah. Jika digunakan secara rutin dan dikombinasikan dengan pelembap, kulit dapat terlihat lebih cerah dan segar.
4. Lebih baik menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi untuk lulur?
Keduanya bisa digunakan, tergantung kebutuhan. Bubuk kopi baru memiliki butiran yang lebih tajam sehingga eksfoliasinya lebih kuat, cocok untuk area kulit yang kasar. Sementara itu, ampas kopi memiliki tekstur lebih lembut dan cocok untuk kulit sensitif atau penggunaan rutin. Pastikan ampas kopi bersih dan tidak berjamur sebelum digunakan.
5. Apakah lulur kopi bisa digunakan untuk wajah?
Lulur kopi tidak disarankan untuk wajah, terutama jika butiran kopinya kasar. Kulit wajah cenderung lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit tubuh. Jika ingin digunakan di wajah, pastikan kopi dihaluskan ekstra lembut dan dicampur dengan bahan penenang seperti madu atau oatmeal, serta digunakan dengan tekanan yang sangat ringan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5037622/original/051541100_1733400208-fotor-ai-20241205185327.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4579763/original/018357400_1695034025-waldemar-MTcfS3HUak8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5084078/original/023228500_1736310369-98619557-f0cd-4788-a9f2-6ed62edf2792.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1782531/original/038164500_1511764090-Pengemis-di-India3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5053524/original/014596800_1734344070-1734338750654_ciri-virus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5486971/original/031412300_1769651868-omc.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5486404/original/056990000_1769585641-ghufron_mukti.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1773618/original/083337700_1510914819-20150922_malaysiaflag_afp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470656/original/014155400_1768213817-jajanan_sehat__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5244561/original/042428800_1749194595-f340ce6b-659b-44f4-8173-c5158b20b87d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161817/original/063955100_1741847724-1741841515641_penyebab-demam-tinggi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4961457/original/096374900_1728224007-fotor-ai-20241006205116.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3524251/original/038263600_1627479870-wes-hicks-Xg_LGdZVPe0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485858/original/007017800_1769566397-Gemini_Generated_Image_ga2j8dga2j8dga2j.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448808/original/032087500_1620206402-stethoscope-decorative-kidneys-gray_185193-30956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3563902/original/063957200_1631001469-todd-cravens-IY1sRDxNWN4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4717453/original/031148700_1705391334-fotor-ai-20240116142033.jpg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5259334/original/038943500_1750422150-20250620BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Putri_19.JPG)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249587/original/051099500_1749649587-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Persijap_Jepara_copy.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428483/original/072885400_1764511063-SnapInsta.to_588546973_18548895427014746_5234810774496989034_n.jpg)
