Virus Nipah di India Sudah Ada Sejak Kapan? Fakta Awal Wabah yang Perlu Diketahui

8 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kasus virus Nipah yang kembali muncul di India kerap memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sejak kapan sebenarnya wabah virus Nipah terjadi di India? Meski kerap dianggap penyakit baru, fakta menunjukkan virus mematikan ini sudah lama menjadi ancaman kesehatan serius di kawasan Asia Selatan. 

Virus Nipah adalah penyakit Zoonotik, yakni infeksi yang menular dari hewan ke manusia. Penyakit ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan berpotensi menyebar dengan cepat jika tidak ditangani secara tepat, seperti dikutip dari situs WHO Internasional pada Kamis, 29 Januari 2026.

Awal Mula Virus Nipah Masuk ke India

Wabah virus Nipah di India pertama kali tercatat pada tahun 2001. Kasus awal terjadi di Siliguri, negara bagian Benggala Barat, wilayah timur India yang berbatasan dengan Bangladesh.

Dalam wabah tersebut, puluhan orang terinfeksi dan sebagian besar kasus justru terjadi di fasilitas layanan kesehatan. Data menunjukkan sekitar 75 persen kasus di Siliguri dialami oleh tenaga medis, staf rumah sakit, dan pengunjung, menandakan kuatnya penularan antar manusia, khususnya melalui kontak dekat dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi. 

Sejak saat itu, virus Nipah tidak hilang sepenuhnya dari India. Wabah sporadis terus dilaporkan, terutama di wilayah India bagian timur dan selatan.

Wabah Virus Nipah Berulang dan Wilayah Rawan

Setelah kasus 2001, India kembali mencatat wabah virus Nipah pada beberapa tahun berikutnya, termasuk di negara bagian Kerala.

Wilayah ini menjadi sorotan karena beberapa wabah terjadi dengan tingkat kematian yang tinggi. Para ahli meyakini kedekatan manusia dengan habitat alami kelelawar buah (Pteropus) menjadi faktor utama.

Kelelawar buah diketahui sebagai reservoir alami virus Nipah dan dapat menularkan virus melalui air liur atau urine yang mencemari buah dan minuman, seperti nira kurma mentah.

Mengapa Virus Nipah Sulit Terdeteksi?

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan virus Nipah di India adalah gejalanya yang tidak spesifik pada tahap awal.

Pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan, gejala yang kerap disalahartikan sebagai flu biasa. 

Dalam beberapa hari, kondisi dapat memburuk dengan cepat menjadi gangguan pernapasan akut atau ensefalitis, yakni peradangan otak yang dapat berujung koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Masa inkubasi virus Nipah sendiri berkisar 4 hingga 14 hari, bahkan dalam beberapa kasus dilaporkan hingga 45 hari.

Tingkat Kematian Virus Nipah Tinggi Jadi Alarm Kesehatan

Virus Nipah dikenal memiliki case fatality rate yang tinggi, yakni sekitar 40 hingga 75 persen, tergantung pada kesiapan sistem kesehatan dan kecepatan diagnosis. 

Hingga kini, belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk infeksi Nipah. Penanganan yang dilakukan masih bersifat suportif, fokus pada perawatan intensif untuk komplikasi pernapasan dan saraf.

Pengalaman India menunjukkan bahwa virus Nipah bukan ancaman baru, melainkan penyakit lama yang terus mengintai. Deteksi dini, kewaspadaan tenaga kesehatan, serta edukasi masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah meluasnya wabah. 

Dengan riwayat wabah sejak 2001, virus Nipah di India menjadi pengingat bahwa penyakit zoonotik dapat muncul kembali kapan saja, terutama di wilayah dengan interaksi tinggi antara manusia, hewan ternak, dan satwa liar. 

Read Entire Article
Helath | Pilkada |