Dampak Melewatkan Sarapan bagi Tubuh dan Aktivitas Sehari-hari

4 hours ago 1
  • Apakah melewatkan sarapan bisa membuat gemuk?
  • Apakah sarapan wajib untuk semua orang?
  • Apa menu sarapan yang ideal?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mengabaikan sarapan karena terburu-buru beraktivitas atau ingin menurunkan berat badan. Perilaku ini terlihat sepele, tetapi jika dilakukan terus-menerus dapat membawa konsekuensi bagi kesehatan. Beragam ahli gizi menyebutkan bahwa sarapan memainkan peran penting dalam memberi tubuh energi di awal hari.

Pada pagi hari, tubuh masuk dalam fase metabolisme yang aktif setelah beristirahat semalaman. Di waktu ini hormon kortisol berada pada kadar yang tinggi, membantu sistem tubuh memproses makanan dan menghasilkan energi. Tanpa asupan di pagi hari, tubuh kehilangan momentum untuk mengoptimalkan energi tersebut.

Selain itu, orang yang terbiasa sarapan cenderung memiliki kontrol makan yang lebih baik sepanjang hari. Sebaliknya, mereka yang melewatkannya berisiko mengalami rasa lelah, kurang fokus, hingga pola makan berlebihan pada jam berikutnya. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, abu (21/1/2026).

1. Energi dan Metabolisme

Sarapan berfungsi sebagai bahan bakar awal untuk memulai aktivitas harian. Ketika asupan ini dilewatkan, tubuh harus bekerja ekstra menggunakan cadangan energi yang terbatas. Hal ini dapat membuat seseorang merasa letih lebih cepat meskipun belum menjalani aktivitas berat.

Indikasi lain yang sering muncul adalah penurunan kemampuan tubuh mengelola makanan di jam berikutnya. Karena tubuh kekurangan asupan di pagi hari, hormon dan sistem metabolik menjadi tidak stabil. Akibatnya, proses pembakaran energi menjadi kurang efisien.

Menariknya, sejumlah pakar gizi mengatakan bahwa kebiasaan sarapan berkaitan dengan pengelolaan berat badan yang lebih baik. Mereka yang rutin makan pagi umumnya memiliki indeks massa tubuh yang lebih stabil karena sistem metabolisme bekerja dengan ritme normal.

2. Kontrol Nafsu Makan dan Berat Badan

Melewatkan sarapan sering dianggap sebagai strategi diet, namun hasilnya justru berkebalikan. Tidak adanya makan pagi dapat memicu rasa lapar yang lebih kuat saat siang atau malam hari. Kondisi ini membuka peluang makan berlebihan tanpa disadari.

Hal ini juga berdampak pada jumlah kalori harian yang masuk ke tubuh. Mereka yang tidak sarapan cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan kebutuhan tubuh dalam sehari. Alhasil, tujuan diet justru sulit tercapai dan berat badan bisa meningkat.

Sebaliknya, sarapan dengan kombinasi gizi seimbang membantu tubuh mendapatkan energi secara bertahap sepanjang hari. Dengan begitu, nafsu makan lebih terkendali dan kebiasaan ngemil berlebih dapat diminimalkan.

3. Konsentrasi dan Fungsi Kognitif

Tidak hanya metabolisme, otak juga sangat bergantung pada nutrisi yang diterima di pagi hari. Pada anak-anak serta remaja, sarapan terbukti mendukung daya fokus, kemampuan mengingat, hingga performa akademik. Hal ini wajar karena otak memerlukan glukosa untuk bekerja optimal.

Pada orang dewasa, tidak sarapan dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, kurang bertenaga, hingga penurunan produktivitas kerja. Aktivitas yang memerlukan konsentrasi pun bisa terganggu karena kurangnya suplai energi ke otak.

Jika dibiarkan terus menerus, kebiasaan ini dapat mengurangi kualitas kerja dan membuat tubuh mudah merasa stres. Dengan demikian, sarapan menjadi investasi kecil untuk menjaga kinerja mental sepanjang hari.

4. Perbedaan Kebutuhan Individu dan Anjuran Ahli

Pola makan sangat bersifat personal. Beberapa orang yang menjalani pola intermittent fasting dapat menyesuaikan diri tanpa sarapan dan tetap merasa bugar. Namun, ini umumnya dilakukan dengan perhitungan yang tepat dan pengawasan tenaga kesehatan.

Untuk remaja dan anak sekolah, Jurnal Media Kesehatan, Politeknik Kesehatan Makassar, mengatakan jika sarapan dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan membaca serta berhitung yang lebih baik. Selain itu, sarapan juga bisa membuat anak tidak mudah sakit dan memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik.

Anjuran terbaik adalah memilih menu sarapan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak, vitamin, mineral, serta serat. Kombinasi ini membantu pelepasan energi bertahap sehingga tubuh tetap kuat hingga waktu makan berikutnya.

People Also Ask

1. Apakah melewatkan sarapan bisa membuat gemuk?

Jawaban: Bisa, karena tubuh dapat makan berlebihan di jam berikutnya sehingga total kalori harian meningkat.

2. Apakah sarapan wajib untuk semua orang?

Jawaban: Tidak selalu, tetapi untuk kebanyakan orang sarapan membantu menjaga energi dan metabolisme.

Jawaban: Karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta vitamin dan serat, misalnya roti gandum, telur, buah, dan susu.

4. Apakah tidak sarapan memengaruhi konsentrasi?

Jawaban: Ya, terutama pada anak-anak dan remaja karena otak membutuhkan energi untuk fokus.

5. Bagaimana jika saya menjalani intermittent fasting?

Jawaban: Jika dilakukan dengan benar dan diawasi, tubuh bisa beradaptasi, namun tetap disarankan konsultasi dengan ahli gizi.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |