Liputan6.com, Jakarta Aktor kawakan Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa, 1 April 2025 di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Ray Sahetapy meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Menurut anak keempat Ray Sahetapy dengan Dewi Yull, Raya Sahetapy, semasa hidup sang ayah memiliki riwayat penyakit gula atau diabetes dengan berbagai komplikasi.
"Sakitnya sih gula, utamanya gula. Sudah 10-15 tahun bahkan mungkin 20 tahun ya," kata Raya saat ditemui wartawan di RSPAD Gatot Soebroto.
"Semakin hari kondisi semakin (menurun)... Ada banyak komplikasi," lanjutnya.
Raya mengungkapkan bahwa beberapa minggu terakhir sang ayah mengalami penurunan. Maka sekitar sebulan lalu Ray Sahetapy menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
"Di RSPAD sejak awal puasa," tutur Raya.
Saat ditanya mengenai penyebab drop, Raya mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah jalan yang diberikan Allah SWT kepada sang ayah.
"Sakitnya udah diambil dan sudah kembali dan bisa bertemu kakak (Gisca)," kata Raya.
Selain Diabetes, Ray Sahetapy Alami Stroke
Pada 2023 keluarga juga menyampaikan bahwa Ray Sahetapy mengalami stroke. Ray Sahetapy menderita stroke sejak pertengahan 2023 hingga mengalami penurunan berat badan secara drastis.
Menurut sang adik, Noudy Sahetapy, serangan stroke membuat kondisi fisik Ray tidak seperti dulu. Dimana Ray jadi sulit untuk beraktivitas fisik seperti biasa.
"Beliau diabet (diabetes), lalu kena stroke ringan, selama dua tahun ini tidak stabil ya, jalannya susah," kata Noudy saat diwawancarai awak media di RSPAD Gatot Soebroto.
"Lalu, terakhir paru-paru penuh air sehingga susah bernapas hingga diambil tindakan," katanya.
Mengenal Sosok Ray Sahetapy
Ray Sahetapy memiliki nama lengkap Ferenc Raymond Sahetapy. Ia lahir pada 1 Januari 1957 di Donggala, Sulawesi Tengah.
Ia merupakan aktor legendaris yang telah mewarnai layar lebar Tanah Air selama lebih dari empat dekade.
Perjalanan kariernya yang panjang dan gemilang dimulai setelah ia lulus dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sekitar tahun 1980.
Debut Ray Sahetapy di industri hiburan dengan bermain di film Gadis arahan sutradara Nya Abas Akup. Film tersebut menjadi batu loncatan bagi perjalanan panjangnya di dunia akting.
Sejak saat itu, Ray Sahetapy konsisten membintangi berbagai film, mulai dari era 1980-an hingga film-film modern. Ia telah bertransformasi melalui berbagai peran, menunjukkan kemampuan aktingnya yang luar biasa.
Ray Sahetapy bermain dalam film seperti Kabut Ungu di Bibir Pantai, Dukun Ilmu Hitam, Sejuta Serat Sutra, hingga film-film modern seperti The Raid, Haji Backpacker, dan Kutukan Peti Mati (2023).
Ray Sahetapy beberapa kali masuk nominasi untuk Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI).