Bahan-bahan Alami yang Bisa Bantu Turunkan Panas pada Anak, Anti Ribet dan Dijamin Ampuh

3 weeks ago 12

Liputan6.com, Jakarta Demam pada anak merupakan hal yang umum dan sering kali membuat orang tua khawatir. Kondisi ini biasanya merupakan reaksi alami tubuh dalam melawan infeksi atau peradangan melalui sistem imun. Meskipun demam bisa sembuh dengan sendirinya, perawatan yang tepat tetap penting untuk menjaga kenyamanan anak dan mencegah komplikasi.

Selain obat penurun panas dari tenaga medis, banyak orang tua memilih bahan-bahan alami sebagai alternatif pendamping. Bahan seperti kompres air hangat, jahe, bawang merah, atau ramuan herbal telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena dinilai lebih aman dan minim efek samping.

Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan bahan alami bukanlah pengganti pengobatan medis. Dengan pengetahuan yang tepat, orang tua dapat memanfaatkan cara alami secara bijak untuk membantu menurunkan panas pada anak, sehingga proses pemulihan berjalan lebih nyaman dan efektif.

Penyebab Demam pada Anak

Demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan indikasi bahwa tubuh sedang berjuang melawan sesuatu, umumnya infeksi. Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36,6°C hingga 37,2°C. Anak dianggap demam ketika suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih tinggi.

Mengutip dari PubMed, Rabu (6/8) infeksi virus merupakan penyebab demam anak yang paling umum. Demam ini membantu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus seperti flu, pilek, cacar air, atau gastroenteritis. Selain itu, infeksi bakteri, meskipun lebih jarang, juga dapat menyebabkan demam pada anak, contohnya pneumonia atau infeksi saluran kemih.

Imunisasi atau vaksinasi juga menjadi pemicu demam ringan pada anak. Ini adalah respons normal tubuh yang menunjukkan bahwa sistem kekebalan anak sedang membangun kekebalan terhadap penyakit yang diberikan vaksin. Demam akibat imunisasi biasanya tidak berlangsung lama dan tidak perlu dikhawatirkan berlebihan.

Kondisi lain seperti tumbuh gigi seringkali dikaitkan dengan demam, namun demam yang terjadi umumnya ringan dan tidak lebih dari 38°C. Jika demam tinggi saat tumbuh gigi, kemungkinan ada penyebab lain yang perlu diperiksa. 

Dehidrasi atau kekurangan cairan juga dapat menyebabkan kenaikan suhu tubuh pada anak, karena tubuh membutuhkan air untuk menjaga suhu tetap stabil. Terakhir, kepanasan atau heatstroke akibat pakaian terlalu tebal atau lingkungan yang panas juga bisa meningkatkan suhu tubuh secara drastis.

Cara Mencegah Anak Demam dengan Efektif

Meskipun demam adalah respons alami tubuh, ada beberapa langkah proaktif yang dapat diambil orang tua untuk membantu mencegah anak sering demam atau meminimalkan risikonya. Melansir dari laman Temperatures, beberapa cara berikut dianggap efektif untuk mencegah anak demam:

  • Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan: Mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet, sangat penting untuk mengurangi penyebaran kuman. Selain itu, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar juga berkontribusi besar dalam mencegah infeksi.
  • Nutrisi Seimbang: Memberikan asupan makanan bergizi seimbang merupakan kunci untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh anak. Pastikan anak mendapatkan cukup vitamin dan mineral dari buah, sayur, dan sumber protein yang adekuat.
  • Cukupi Cairan Tubuh: Memastikan anak minum air yang cukup setiap hari adalah langkah vital untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi dapat memicu demam, sehingga asupan cairan yang memadai sangat diperlukan.
  • Istirahat yang Cukup: Memastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup sesuai usianya sangat membantu tubuh memulihkan diri. Istirahat yang berkualitas dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak secara signifikan.
  • Imunisasi Lengkap: Melengkapi jadwal imunisasi anak sesuai rekomendasi dokter atau program pemerintah adalah salah satu cara paling efektif untuk membangun kekebalan tubuh anak terhadap berbagai penyakit infeksi serius yang dapat menyebabkan demam tinggi.
  • Hindari Paparan Suhu Ekstrem: Pakaikan pakaian yang sesuai dengan suhu lingkungan. Hindari pakaian terlalu tebal yang dapat menyebabkan anak kepanasan. Jaga suhu ruangan agar nyaman, tidak terlalu panas atau terlalu dingin, untuk menjaga stabilitas suhu tubuh anak.

Bahan-bahan Alami yang Bisa Bantu Turunkan Panas Anak

Penggunaan bahan-bahan alami dapat menjadi pilihan pendukung untuk meredakan ketidaknyamanan anak karena panas tubuh. Namun, penting untuk diingat bahwa bahan alami ini bukan pengganti pengobatan medis, terutama jika demam tinggi atau disertai gejala serius. Berikut bahan dan cara selengkapnya:

  1. Kompres Air Hangat: Kompres air hangat adalah metode yang direkomendasikan untuk menurunkan demam. Air hangat membantu melebarkan pembuluh darah dan memicu penguapan panas dari tubuh. Basahi kain bersih dengan air hangat (suam-suam kuku, sekitar 37°C), peras, lalu letakkan di dahi, ketiak, leher, atau lipatan paha anak. Hindari kompres air dingin karena dapat menyebabkan menggigil dan justru meningkatkan suhu tubuh.
  2. Bawang Merah: Bawang merah dipercaya memiliki sifat antibakteri. Haluskan beberapa siung bawang merah, campurkan dengan sedikit minyak kelapa atau minyak telon, lalu balurkan pada punggung, perut, dan dada anak. Bawang merah mengandung antibakteri yang dapat melawan radikal bebas.
  3. Jahe: Jahe dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu meredakan demam dan meningkatkan kekebalan tubuh. Jahe sebagai salah satu obat penurun panas alami. Untuk anak yang lebih besar dan sudah bisa minum teh, seduh irisan jahe dengan air hangat dan berikan sebagai minuman hangat.
  4. Kunyit: Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat antibakteri, antiradang, dan antioksidan, serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kunyit berkhasiat sebagai antibakteri dan antiradang. Kunyit dapat diolah menjadi teh atau air kunyit, namun konsultasikan dengan dokter sebelum memberikannya pada bayi, terutama di bawah 6 bulan.
  5. Lemon: Lemon dipercaya dapat membantu meredakan demam. Peras lemon dan campurkan dengan air, lalu semprotkan ke kepala anak atau gunakan kain yang dibasahi campuran tersebut untuk mengompres dahi. Penggunaan air perasan lemon yang dicampur air untuk disemprotkan ke kepala atau dikompres.
  6. Lidah Buaya: Lidah buaya mengandung lignin yang berfungsi sebagai penyerap panas dan saponin yang membantu vasodilatasi kulit, sehingga dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Gel lidah buaya dapat dioleskan langsung ke dahi anak sebagai kompres. Lidah buaya memiliki khasiat menurunkan panas demam.
  7. Madu: Madu memiliki sifat antibakteri dan antioksidan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Madu memiliki khasiat antibakteri dan antioksidan tinggi. Penting, madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun karena risiko botulisme. Untuk anak di atas 1 tahun, madu dapat dicampur dengan air hangat dan lemon.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Meskipun demam pada anak seringkali dapat diatasi di rumah dengan pengobatan dengan bahan-bahan alami, ada beberapa kondisi di mana anak harus segera dibawa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Mengidentifikasi tanda-tanda bahaya ini sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius.

  • Usia Anak: Bayi di bawah 3 bulan dengan suhu 38°C atau lebih harus segera diperiksakan ke dokter, tanpa memandang kondisi umum anak, seperti rekomendasi IDAI. Anak usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau suhu mencapai 39°C atau lebih juga memerlukan perhatian medis.
  • Suhu Tubuh Sangat Tinggi: Segera cari bantuan medis jika suhu tubuh anak di atas 40°C, terlepas dari usianya. Suhu ekstrem ini dapat mengindikasikan kondisi serius yang memerlukan penanganan cepat.
  • Gejala Penyerta yang Mengkhawatirkan: Perhatikan gejala lain yang menyertai demam. Jika anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau kesadarannya menurun, ini adalah tanda bahaya. Gejala lain termasuk kejang demam (terutama jika ini pertama kalinya), sulit bernapas, leher kaku, nyeri kepala hebat, atau ruam yang tidak hilang saat ditekan.
  • Tanda-tanda dehidrasi:  seperti jarang buang air kecil, bibir kering, menangis tanpa air mata, atau mata cekung juga memerlukan penanganan cepat.
  • Muntah berulang atau diare parah, serta demam yang berlangsung lebih dari 3 hari atau demam berulang selama lebih dari 7 hari, juga menjadi indikasi untuk segera ke dokter.
  • Jika demam disertai sakit tenggorokan, nyeri telinga, muntah, diare, atau sakit ketika buang air kecil, periksakan anak ke dokter.

People Also Ask

1.Apa saja Bahan-bahan Alami yang Bisa Bantu Turunkan Panas pada Anak?

Jawaban: Beberapa bahan alami yang dapat membantu menurunkan panas pada anak meliputi kompres air hangat, bawang merah, jahe, kunyit, lemon, lidah buaya, dan madu (untuk anak di atas 1 tahun).

2. Kapan anak demam harus segera dibawa ke dokter?

Jawaban: Anak harus segera dibawa ke dokter jika bayi di bawah 3 bulan demam 38°C atau lebih, suhu tubuh di atas 40°C, atau disertai gejala serius seperti kejang, sulit bernapas, lemas ekstrem, atau dehidrasi.

3. Apakah demam pada anak selalu berbahaya?

Jawaban: Demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi dan tidak selalu berbahaya. Namun, penting untuk memantau suhu dan gejala penyerta untuk menentukan apakah perlu penanganan medis.

4. Bagaimana cara mencegah anak sering demam?

Jawaban: Pencegahan demam dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, memberikan nutrisi seimbang, memastikan asupan cairan cukup, istirahat yang cukup, melengkapi imunisasi, dan menghindari paparan suhu ekstrem.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |