Efek Rokok Elektrik Tak Kalah Mematikan, Bisa Bikin Aliran Darah ke Otak dan Mata Tersumbat

2 months ago 44

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang masih menganggap rokok elektronik lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Padahal, anggapan tersebut keliru. dr. Bambang Tri Prasetyo, Sp.N, Subsp. N.I.O.O. (K), FINS menegaskan bahwa nikotin, baik dari rokok biasa maupun elektrik, tetap berbahaya bagi tubuh.

"Nikotin dan sejenisnya dapat merusak dinding pembuluh darah, terutama pada perokok berat," ujar Bambang.

Kerusakan ini umumnya terjadi pada pembuluh darah di leher, atau arteri karotis. Dokter Spesialis Neurologi Subspesialis Neurovaskular, Intervensi, Otologi Pencitraan, dan Oftalmologi dari RS Pondok Indah - Pondok Indah, menjelaskan, dinding pembuluh darah yang rusak akan membentuk plak dan menyempit, sehingga menghambat aliran darah ke otak secara bertahap.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami gejala awal seperti serangan ringan yang berlangsung beberapa menit hingga jam, lalu pulih dengan sendirinya. Kondisi ini dikenal sebagai Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke ringan.

Untuk mendeteksi dini risiko tersebut, Bambang menyarankan melakukan pemeriksaan USG karotis atau carotid doppler.

"Biasanya yang paling ringan dan gampang dilakukan adalah USG karotis. Dari situ bisa terlihat apakah ada gangguan atau penyempitan pembuluh darah," katanya.

Promosi 1

Pentingnya Deteksi Dini

Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah aliran darah ke otak terganggu, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi stroke yang lebih berat.

"Kalau memang sudah kelihatan ada kecurigaan penyempitan, biasanya disarankan terakhir dilakukan DSA (Digital Subtraction Angiography) untuk memastikan," katanya. 

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi penyempitan yang lebih serius, pemeriksaan lanjutan dengan CT angiografi, yang dilakukan dengan kontras khusus untuk melihat struktur pembuluh darah mulai dari lengkung jantung hingga leher.

Dengan bantuan penginderaan saraf digital (DSA), dokter dapat melakukan penilaian yang lebih akurat dan tindakan medis bila diperlukan, seperti pemasangan stent pada pembuluh darah yang tersumbat atau karotis angioplasty dan stenting.

Rokok Sebabkan Kerusakan Fatal di Pembuluh Darah Otak

Merokok, baik rokok elektrik maupun konvensional, tidak hanya merusak jantung dan paru-paru. Menurut Bambang, pembuluh darah besar di otak juga menjadi target utama kerusakan akibat kebiasaan ini.

"Penyakit jantung koroner bisa muncul di jantung, tapi di otak, kerusakan yang terjadi bisa jauh lebih fatal jika pembuluh darah tetap tertutup," katanya.

Salah satu dampak yang jarang disadari adalah stroke mata. Kondisi ini terjadi karena arteri oftalmik, pembuluh darah yang menyuplai mata, mendapatkan aliran dari arteri karotis di leher.

Ketika pembuluh darah di leher menyempit, aliran darah ke otak dan mata ikut terganggu, sehingga penglihatan bisa terancam.

"Pada pasien perokok berat, pembuluh darah karotis sering kali sudah mengalami gangguan. Akibatnya bukan hanya aliran darah ke otak yang terpengaruh, tapi juga ke mata," kata Bambang.

Dia, menegaskan, rokok elektrik dan rokok konvensional memiliki risiko kesehatan yang sama, meskipun bentuknya berbeda.

Satu-satunya cara terbaik untuk melindungi diri dari penyempitan pembuluh darah dan risiko stroke  adalah berhenti merokok sepenuhnya.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |