Kenali Berbagai Jenis Body Shaming dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental

22 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Body shaming adalah masalah serius yang sering kali diabaikan dalam masyarakat. Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa komentar negatif tentang penampilan fisik seseorang dapat memiliki dampak yang merusak. 

Mengutip Psychcentral, body shaming adalah tindakan memberikan komentar negatif mengenai berat badan atau ukuran tubuh seseorang. Orang yang kelebihan berat badan sering dianggap "terlalu gemuk" dan orang yang kekurangan berat badan sering dikritik karena terlihat "terlalu kurus."

Body shaming dapat terjadi pada semua jenis kelamin, dan statistiknya mengkhawatirkan.Sebuah survei oleh Obesity Action Coalition melaporkan bahwa 58% anak laki-laki SMA dan 63% anak perempuan SMA yang secara medis diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan mengalami perundungan harian mengenai ukuran atau bentuk tubuh mereka.

Dampak Body Shaming

Baik itu ditujukan kepada kita secara khusus atau kepada orang lain; bentuk penghinaan yang bersifat toksik ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Hal ini memicu rasa tidak aman, mendorong perilaku yang tidak sehat, dan menegaskan bahwa nilai kita terkait dengan penampilan kita. Hal ini juga berkontribusi terhadap gangguan makan, depresi, kecemasan, harga diri yang rendah, dan dismorfia tubuh, serta perasaan membenci tubuh seseorang secara umum.

Berbagai bentuk body shaming ini bisa muncul di mana saja, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia maya. Mari kita lihat lebih dekat jenis-jenis body shaming yang sering terjadi dan bagaimana kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

Promosi 1

1. Fat Shaming

Fat shaming adalah salah satu bentuk body shaming yang paling umum. Ini melibatkan komentar negatif, ejekan, atau penghinaan terhadap orang yang dianggap kelebihan berat badan. Banyak orang beranggapan bahwa jika seseorang menurunkan berat badan, mereka akan terlihat lebih menarik atau cantik. Namun, pandangan ini sangat merugikan dan bisa membuat orang merasa rendah diri.

Fat shaming tidak hanya berdampak pada kepercayaan diri, tetapi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Oleh karena itu, penting untuk menghentikan stigma ini dan menerima setiap orang apa adanya.

2. Skinny Shaming

Beralih dari fat shaming, ada juga skinny shaming atau thin shaming yang menargetkan orang-orang yang dianggap terlalu kurus. Komentar negatif yang muncul sering kali menyiratkan bahwa orang tersebut memiliki gangguan makan atau tidak sehat. Hal ini juga tidak kalah merugikan bagi mereka yang mengalaminya.

Skinny shaming dapat membuat individu merasa tertekan dan tidak nyaman dengan tubuh mereka sendiri. Kita perlu ingat bahwa setiap orang memiliki bentuk tubuh yang berbeda dan tidak ada satu standar kecantikan yang bisa diterima oleh semua orang.

3. Face Shaming

Face shaming adalah jenis body shaming yang berfokus pada penampilan wajah seseorang. Komentar negatif tentang bentuk hidung, mata, atau fitur wajah lainnya dapat membuat seseorang merasa tidak percaya diri. Tindakan ini sangat merugikan, terutama bagi remaja yang sedang mencari jati diri.

Penting untuk menyadari bahwa penampilan fisik bukanlah segalanya. Kita harus belajar untuk menghargai keunikan setiap individu tanpa menghakimi penampilan wajah mereka.

4. Body Hair Shaming

Body hair shaming menargetkan orang karena jumlah atau jenis rambut tubuh mereka. Baik terlalu banyak maupun terlalu sedikit rambut tubuh dapat menjadi sasaran komentar negatif. Hal ini sering kali menimbulkan rasa malu dan ketidaknyamanan bagi individu yang mengalaminya.

Setiap orang memiliki preferensi masing-masing mengenai rambut tubuh, dan itu tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghakimi orang lain. Mari kita hargai setiap individu apa adanya.

5. Skin Tone Shaming

Skin tone shaming adalah bentuk body shaming yang menargetkan warna kulit seseorang. Komentar negatif tentang warna kulit dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman atau tidak percaya diri. Kita harus ingat bahwa keindahan datang dalam berbagai warna dan nuansa.

Menjaga sikap positif terhadap warna kulit orang lain adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung.

6. Body Shape Shaming

Body shape shaming mengkritik bentuk tubuh seseorang secara umum tanpa berfokus pada berat badan. Komentar negatif tentang bentuk paha, pinggul, atau bagian tubuh lainnya dapat sangat merugikan. Setiap orang memiliki bentuk tubuh yang unik, dan kita perlu menghargai perbedaan ini.

7. Age Shaming

Age shaming atau ageism adalah bentuk body shaming yang menargetkan orang karena usia mereka. Komentar negatif tentang perubahan fisik yang terkait dengan penuaan bisa sangat menyakitkan. Kita harus menghormati setiap fase kehidupan dan tidak merendahkan orang berdasarkan usia.

8. Body Shaming Berbasis Perbandingan

Body shaming ini melibatkan perbandingan penampilan fisik seseorang dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tindakan ini dapat merendahkan atau mempermalukan individu dan harus dihindari. Setiap orang memiliki keunikan yang harus dihargai.

9. Body Shaming Online

Di era digital saat ini, body shaming juga terjadi secara online. Melalui media sosial atau platform online lainnya, komentar negatif dan ejekan dapat menyebar dengan cepat. Dampaknya bisa sangat merusak, terutama bagi remaja yang aktif di dunia maya.

Penting untuk menciptakan lingkungan online yang lebih positif dan mendukung. Mari kita gunakan platform sosial kita untuk menyebarkan pesan cinta dan penerimaan.

Semua jenis body shaming memiliki dampak negatif yang serius terhadap kesehatan mental dan emosional korban. Oleh karena itu, penting untuk menyadari berbagai bentuk body shaming dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi semua orang, terlepas dari penampilan fisik mereka.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |