Keputihan Tanda Mau Haid, Kenali Ciri Normal dan Kapan Harus Waspada

2 months ago 29

Liputan6.com, Jakarta Tubuh wanita sering memberi sinyal sebelum menstruasi tiba, salah satunya melalui perubahan cairan dari organ intim. Dengan memperhatikan keputihan tanda mau haid, setiap wanita dapat mengenali momen tubuhnya mempersiapkan siklus menstruasi.

Jenis, warna, dan tekstur cairan ini membantu memahami kondisi hormon serta kesiapan tubuh. Mengetahui keputihan tanda mau haid membuat wanita lebih mudah menyiapkan perlengkapan menstruasi seperti pembalut atau menstrual cup, sehingga aktivitas sehari-hari tetap nyaman.

Selain sebagai indikator siklus, keputihan tanda mau haid juga berfungsi sebagai pengingat menjaga kebersihan organ reproduksi. Kesadaran terhadap perubahan alami ini penting untuk mencegah risiko infeksi dan memastikan tubuh tetap sehat selama masa haid.

Mengutip buku berjudul Buku Ajar: Kesehatan Reproduksi Remaja (2023) oleh rahdiba, Amalia, Titi, Sofiyahtrii, keputihan adalah suatu kondisi dimana keluarnya cairan atau lendir dari vagina. Keputihan adalah salah satu cara alami yang dilakukan tubuh. Tujuan dari keputihan adalah untuk menjaga kebersihan dan kelembaban daerah kewanitaan.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan lengkap keputihan tanda mau haid, Selasa (23/9/2025).

Penyebab Keputihan Menjelang Haid

Menurut Oriza & Yulianty (2018) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, Volume 12, Nomor 2, November 2023, fluor albus biasa disebut keputihan adalah keadaan di mana kelebihan cairan bocor dari vagina.

Ada dua jenis keputihan: normal (fisiologis) dan abnormal (patologis). Keputihan fisiologis dapat terjadi pada wanita mana pun dan tidak menyebabkan ketidaknyamanan.

Keputihan yang muncul sebelum haid adalah respons alami tubuh terhadap perubahan hormon. Kondisi ini umumnya normal dan menandakan bahwa siklus menstruasi sedang berjalan. Beberapa penyebabnya antara lain:

- Perubahan hormon: Menjelang menstruasi, hormon estrogen dan progesteron meningkat. Fluktuasi ini menyebabkan produksi cairan alami pada organ intim lebih terlihat.

- Masa ovulasi: Keputihan juga bisa muncul sekitar hari ke-10 hingga ke-14 pada siklus menstruasi 28 hari, sebagai akibat peningkatan progesteron selama ovulasi.

- Indikator siklus menstruasi: Keputihan sebelum haid menandakan tubuh sedang mempersiapkan menstruasi, sehingga menjadi sinyal alami yang normal bagi wanita.

Ciri-ciri Keputihan Tanda Mau Haid yang Normal

Menurut Salamah (2020) dan Trisnawati (2018) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol 11, No 1, 2023, keputihan merupakan masalah yang dialami lebih dari 75% wanita di dunia, sekitar 60% keputihan dikeluhkan wanita dengan usia kurang dari 22 tahun dan 40% pada wanita usia kurang dari 45 tahun.

Keputihan yang menandakan akan datangnya haid memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari keputihan yang tidak normal. Mengenali tanda-tanda ini membantu wanita memahami tubuhnya dengan lebih baik.

- Warna: Biasanya berwarna putih susu atau sedikit kekuningan. Kadang bisa tampak bening, kekuningan, atau kecokelatan, dan sedikit berubah menjadi kekuningan menjelang haid.

- Tekstur: Sebelum haid, keputihan cenderung lebih kental dan lengket, bahkan bisa seperti lem. Namun, terkadang juga memiliki konsistensi lebih encer dan licin.

- Bau: Keputihan normal menjelang haid tidak memiliki bau yang menyengat.

- Volume: Umumnya tidak terlalu banyak, sekitar 4 ml per hari. Jumlah ini dapat bervariasi tergantung faktor seperti stres, kehamilan, penggunaan pil KB, diet, atau aktivitas seksual.

Membedakan Keputihan Mau Haid dan Tanda Kehamilan

Menurut Nurul dkk (2010) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Bidan 'Midwife Journal' Volume 3 No. 02, Juli 2017, keputihan bisa terjadi secara fisiologis dan patologis.

Penyebab keputihan fisiologis adalah karena faktor hormonal seperti menjelang atau sesudah menstruasi, pada saat keinginan seksual meningkat dan pada saat hamil. Sedangkan keputihan patologis disebabkan oleh infeksi genitalia, benda asing atau penyakit lain pada organ reproduksi.

Keputihan bisa menjadi indikator akan datangnya haid atau tanda awal kehamilan. Namun, terdapat perbedaan penting yang bisa dikenali dari tekstur, warna, jumlah, dan waktu kemunculannya.

- Tekstur: Keputihan sebelum haid cenderung lebih kental dan lengket, sedangkan keputihan tanda hamil lebih encer dan tampak seperti lendir. Beberapa keputihan tanda hamil juga bisa lebih kental dan berwarna putih susu.

- Warna: Keputihan menjelang menstruasi biasanya kekuningan, sementara keputihan tanda kehamilan lebih bening atau menyerupai air susu.

- Jumlah: Keputihan saat hamil biasanya lebih banyak dibandingkan menjelang haid karena fungsinya untuk membersihkan bakteri dan sel mati.

- Waktu kemunculan: Keputihan tanda mau haid muncul menjelang menstruasi, sedangkan keputihan tanda hamil bisa muncul beberapa hari setelah ovulasi dan berlanjut selama minggu-minggu awal kehamilan.

Waspada Keputihan Tidak Normal

Menurut Daili, Fahmi S, Indriatmi B (2009) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Skala Husada Volume 13 Nomor 1 April 2016, keputihan juga merupakan indikasi dari adanya infeksi di dalam rongga panggul seperti infeksi pada saluran telur yang disertai sakit perut yang hebat.

Kasdu D. (2008) masih dari sumber yang sama, keputihan abnormal yang tidak tertangani dengan baik dan dialami dalam waktu yang lama akan berdampak pada terjadinya infeksi saluran reproduksi. Infeksi saluran reproduksi ini mengakibatkan infertilitas.

Meskipun keputihan sebelum haid umumnya normal, ada kondisi tertentu yang bisa menjadi tanda masalah kesehatan dan memerlukan perhatian medis. Keputihan yang tidak normal biasanya berbeda dari keputihan fisiologis dan perlu diwaspadai.

- Perubahan warna: Menjadi kuning terang, hijau, abu-abu, atau bahkan berbusa.

- Bau: Memiliki bau amis atau busuk yang menyengat.

- Tekstur: Berubah menjadi gumpalan putih atau berbusa.

- Gejala pendamping: Sering disertai rasa panas, gatal, nyeri panggul, demam, atau nyeri saat buang air kecil dan berhubungan seksual.

- Penyebab umum: Infeksi jamur vagina, penyakit menular seksual seperti gonore atau klamidia, vaginosis bakteri, atau bahkan kanker serviks.

Jika mengalami ciri-ciri tersebut, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Q & A Seputar Topik

Apa itu keputihan tanda mau haid?

Keputihan tanda mau haid adalah cairan alami yang keluar dari vagina sebelum menstruasi. Ini merupakan respons normal tubuh terhadap perubahan hormon menjelang haid.

Bagaimana warna dan tekstur keputihan sebelum haid? 

Biasanya berwarna putih susu atau sedikit kekuningan, dengan tekstur kental, lengket, atau kadang encer dan licin. Keputihan normal tidak berbau menyengat.

Kapan keputihan tanda mau haid biasanya muncul?

Cairan ini muncul beberapa hari sebelum menstruasi, sebagai tanda tubuh mempersiapkan siklus haid.

Apakah jumlah keputihan selalu sama setiap bulan?

Tidak. Umumnya sekitar 4 ml per hari, tapi bisa bervariasi tergantung stres, diet, kehamilan, pil KB, atau aktivitas seksual.

Bagaimana cara membedakan keputihan normal dan tidak normal? 

Keputihan normal menjelang haid tidak berbau menyengat, warnanya putih atau kekuningan, dan teksturnya kental atau encer. Jika berubah warna menjadi hijau, kuning terang, atau berbau amis, sebaiknya konsultasi ke dokter.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |