Liputan6.com, Jakarta Kencur (Kaempferia galanga) merupakan salah satu tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama di Asia Tenggara. Rimpang kencur dikenal memiliki banyak khasiat, mulai dari bahan jamu hingga bumbu masakan. Salah satu manfaat yang paling populer adalah untuk mengatasi batuk.
Rimpang kencur memiliki kandungan senyawa aktif yang dapat meredakan gejala batuk. Manfaat kencur untuk batuk telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Kencur dapat bekerja sebagai ekspektoran alami yang membantu mengeluarkan dahak.
Menurut buku Jamu: The Ancient Indonesian Art of Herbal Healing (2012) oleh Susan-Jane Beers, kencur terbukti memberikan hasil terbaik dalam eksperimen untuk mengatasi masalah pernapasan, bahkan mengungguli mentol dan kamper. Efek terapeutik kencur dalam meredakan batuk menjadikannya obat herbal pilihan. Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar manfaat kencur untuk batuk, Senin (22/9/2025).
Mengenal Kencur dan Kandungan Senyawa Aktifnya
Dalam buku Kencur: Sejarah, Manfaat, dan Penggunaannya dalam Kesehatan, Kecantikan, dan Kuliner (2023), Tresno Saras menjelaskan bahwa kencur adalah anggota keluarga jahe-jahean (Zingiberaceae) yang telah lama digunakan sebagai obat tradisional. Tanaman ini memiliki rimpang yang tumbuh di dalam tanah dan dikenal dengan aroma khasnya. Kencur sering digunakan sebagai bumbu masakan dan bahan baku jamu.
Berdasarkan buku terebut, rimpang kencur kaya akan senyawa aktif yang memberikan efek terapeutik. Kandungan utamanya adalah minyak atsiri yang terdiri dari senyawa seperti 1,8-cineol, a-terpineol, dan geraniol. Selain itu, kencur juga mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan polifenol, yang semuanya berperan penting dalam memberikan manfaat kesehatan.
Manfaat Kencur untuk Meredakan Batuk
Kencur memiliki khasiat multimanfaat, salah satunya adalah untuk mengatasi batuk. Sifat ekspektoran alami pada kencur membantu melonggarkan dan mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan, sehingga dapat meredakan batuk berdahak.
Menurut majalah Trubus berjudul Minyak Atsiri (2009), secara empiris kencur berkhasiat mengatasi infeksi bakteri dan batuk. Kandungan minyak atsiri yang tinggi dalam kencur, terutama senyawa-senyawa fenolik, berperan sebagai zat anti-inflamasi dan antibakteri. Senyawa ini membantu menenangkan tenggorokan yang teriritasi dan melawan bakteri penyebab infeksi.
Dalam buku Tanaman Ajaib! Basmi Penyakit dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) (2016), Astrid Savitri memaparkan cara membuat ramuan kencur untuk batuk. Parut kencur, saring airnya, lalu campurkan dengan sedikit garam, beberapa tetes air jeruk nipis, dan sedikit madu. Minum ramuan ini tiga kali sehari hingga batuk sembuh.
Cara Membuat Ramuan Kencur untuk Batuk
Untuk mendapatkan manfaat kencur untuk batuk secara optimal, Anda dapat membuat ramuan sederhana di rumah. Berikut adalah salah satu resep yang umum digunakan:
- Bahan: Beberapa rimpang kencur segar, madu atau gula batu, dan air.
- Cara membuat:
- Cuci bersih beberapa rimpang kencur.
- Parut kencur atau haluskan dengan cara ditumbuk.
- Peras airnya dan saring.
- Campurkan air perasan kencur dengan madu atau gula batu sebagai pemanis.
- Minum ramuan ini secara teratur 2-3 kali sehari.
Alternatif lainnya adalah merebus rimpang kencur yang sudah dicuci dengan air, lalu meminum air rebusannya setelah disaring.
Kencur sebagai Obat Multifungsi
Selain manfaat kencur untuk batuk, kencur juga memiliki segudang manfaat lain bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa di antaranya, berdasarkan buku Tanaman Ajaib! Basmi Penyakit dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) (2016) dan majalah Trubus (2009):
- Meredakan Perut Kembung: Kencur dapat dijadikan penawar untuk perut kembung akibat masuk angin. Kunyah kencur mentah yang dicampur garam dapur, lalu minum air hangat.
- Menyembuhkan Diare: Kencur dapat dikombinasikan dengan bahan lain untuk mengobati diare.
- Mengobati Peradangan: Kencur dapat digunakan untuk mengobati peradangan, baik pada lambung maupun peradangan akibat keseleo.
- Menghilangkan Lelah: Segelas air rebusan kencur yang dicampur dengan beras sangrai dan cabai merah dapat menjadi minuman yang menyegarkan dan menghilangkan rasa lelah.
- Mengatasi Jerawat: Parutan kencur yang disaring airnya bisa digunakan sebagai masker wajah untuk merawat kulit dan mencegah jerawat.
Minyak Atsiri Kencur dan Manfaatnya
Minyak atsiri yang terkandung dalam kencur memiliki banyak khasiat, tidak hanya untuk batuk. Menurut majalah Trubus (2009), minyak ini dimanfaatkan dalam industri kosmetik dan farmasi, salah satunya sebagai obat asma dan antijamur.
Berdasarkan buku Jamu: The Ancient Indonesian Art of Herbal Healing (2012), para ilmuwan juga tengah mengevaluasi kencur sebagai insektisida. Laporan awal menunjukkan bahwa kencur berpotensi membantu membasmi larva nyamuk Aedes yang merupakan penyebab utama demam berdarah.
Menanam Kencur di Rumah
Menanam kencur di rumah adalah cara yang mudah untuk selalu memiliki persediaan herbal segar. Menurut buku Metode dan Cara Budidaya Kencur (2021) oleh Danialaz, kencur adalah tanaman yang adaptif dan dapat tumbuh subur di dataran rendah hingga ketinggian 900 meter.
Berikut adalah langkah-langkah mudah menanam kencur:
- Pemilihan Bibit: Gunakan rimpang kencur yang sehat dan memiliki mata tunas.
- Persiapan Lahan: Kencur membutuhkan tanah yang gembur, berpasir, dan memiliki drainase yang baik.
- Waktu Tanam: Lakukan penanaman di musim penghujan (sekitar Oktober hingga Maret) agar kencur mendapat pasokan air yang cukup.
- Cara Menanam: Buat lubang sedalam 5-7 cm. Masukkan bibit kencur dengan mata tunas menghadap ke atas. Tutup lubang, biarkan tunasnya menyembul di atas permukaan tanah.
- Perawatan: Siram secara rutin, tetapi kurangi frekuensi penyiraman saat intensitas hujan tinggi.
FAQ Seputar Kencur Sebagai Obat Batuk
Apakah kencur bisa mengobati batuk kering?
Ya, kencur bisa membantu meredakan batuk kering. Meskipun kencur dikenal sebagai ekspektoran yang membantu mengeluarkan dahak, sifat anti-inflamasi dan analgesiknya juga dapat menenangkan tenggorokan yang gatal dan teriritasi, yang sering menjadi penyebab batuk kering.
Seberapa cepat manfaat kencur untuk batuk bisa terasa?
Kecepatan manfaat kencur untuk batuk bisa bervariasi pada setiap orang. Namun, menurut buku Jamu: The Ancient Indonesian Art of Herbal Healing (2012), beberapa eksperimen menunjukkan perbaikan pada masalah pernapasan dapat terlihat dalam 20 menit setelah konsumsi. Namun, untuk hasil yang optimal, konsumsi secara rutin sesuai anjuran sangat disarankan.
Bolehkah anak-anak mengonsumsi ramuan kencur untuk batuk?
Ya, ramuan kencur seringkali aman dan populer sebagai obat batuk alami untuk anak-anak, terutama dalam bentuk jamu beras kencur. Namun, pastikan dosisnya lebih kecil dan disesuaikan dengan usia anak. Selalu konsultasikan dengan dokter anak sebelum memberikan obat herbal apapun pada anak.
Apa perbedaan kencur dengan jahe?
Kencur dan jahe sama-sama anggota keluarga Zingiberaceae. Namun, kencur memiliki aroma yang lebih kuat dan khas, serta rasa yang sedikit pedas dan hangat. Kencur tumbuh dengan daun yang menutup tanah, sementara jahe memiliki batang yang lebih tinggi. Kandungan senyawa aktif dan manfaatnya juga sedikit berbeda.
Apakah mengonsumsi kencur secara berlebihan memiliki efek samping?
Meskipun kencur umumnya aman, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping pada beberapa orang, seperti gangguan pencernaan ringan atau iritasi pada lambung. Penting untuk mengonsumsi kencur dalam dosis yang wajar dan tidak menggunakannya sebagai pengganti pengobatan medis jika gejala batuk tidak membaik.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4916844/original/018693400_1723537819-pexels-h-thanh-131149238-10131971.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5199384/original/038513800_1745580146-ChatGPT_Image_Apr_25__2025__06_21_41_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425877/original/038372600_1764240243-IMG_20251127_144123_832.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427769/original/077297800_1764416182-nita.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426784/original/044200700_1764317615-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425607/original/084312400_1764232310-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427689/original/025678000_1764408509-Cefi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5424902/original/008009300_1764166341-20251126_155417.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4843926/original/068798200_1716798063-Ilustrasi_teman__konflik__bertengkar__iri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427156/original/019811600_1764329507-bukit_bintang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427591/original/057223300_1764398409-ray.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5426573/original/010179100_1764310098-zudan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5152180/original/027849100_1741239835-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3807962/original/042684300_1640675125-269771691_676967773299152_1759655523571053049_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426148/original/036905100_1764262169-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_23.31.52_64e9b1ed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5426045/original/083785000_1764250366-Foto_2b_-_Bulan_Kesadaran_Hipertensi_Paru_2025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5115707/original/069563900_1738318372-image__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2918038/original/015070100_1569068083-Untitled.jpg)












:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5342972/original/013803200_1757405019-listya.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5276437/original/068077400_1751952590-beautiful-woman-taking-care-herself.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5306724/original/022117700_1754448645-kelley_mack.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5190717/original/022953000_1744880160-Minum_kopi.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5082175/original/058101700_1736233631-1736231098797_celana-abu-abu-cocok-dengan-baju-warna-apa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161561/original/013565600_1741847087-1741841084965_apa-penyebab-usus-buntu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299696/original/022467500_1753848306-woman-with-melanoma-her-skin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5306234/original/056128800_1754380060-sad-asian-kid-touching-tummy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3942749/original/085011900_1645583985-young-beautiful-woman-bathroom-with-towel-her-head-washes-her-face-with-tap-water.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024590/original/087816500_1732616772-cara-menghilangkan-perut-kembung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3286207/original/019005400_1604455604-sembunyikan-kebotakan-suami-dilaporkan-istri-ke-poilisi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5072311/original/012642500_1735547668-f9afe661-0a1f-4faa-9aac-eb2d502c9934.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4966766/original/003941100_1728659811-fotor-ai-2024101122239.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304594/original/039238700_1754278899-WhatsApp_Image_2025-08-04_at_10.38.18.jpeg)