Payudara Nyeri Tanda Apa? Kenali Jenis, Penyebab, dan Kapan Harus Waspada

2 months ago 32

Liputan6.com, Jakarta Banyak wanita sering merasa tidak nyaman di area dada dan akhirnya bertanya-tanya, payudara nyeri tanda apa sebenarnya. Rasa sakit ini bisa muncul singkat, berulang, atau bahkan menetap dalam jangka waktu tertentu.

Secara umum, payudara nyeri tanda apa bisa dikaitkan dengan perubahan hormon, siklus menstruasi, pemakaian bra yang kurang pas, hingga aktivitas fisik tertentu. Faktor-faktor tersebut biasanya tidak berbahaya dan dapat mereda dengan sendirinya.

Meski begitu, tetap penting untuk memahami lebih dalam mengenai payudara nyeri tanda apa yang mungkin menjadi sinyal adanya kondisi medis. Dengan begitu, setiap wanita bisa lebih waspada dan tahu kapan sebaiknya memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.

Mengutip buku berjudul Kupas Tuntas Gangguan Menstruasi dan Penanganannya (2023) oleh Ristiani, Rahma dan Nelva, mastalgia (nyeri payudara) adalah kondisi yang sangat umum, terutama di antara wanita berusia 30 hingga 50 tahun. Kondisi ini memengaruhi sekitar 70% wanita di beberapa aktivitas hidup. 

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan lengkap payudara nyeri tanda apa, Senin (22/9/2025).

Jenis Nyeri Payudara yang Umum Ditemukan

Nyeri pada payudara secara umum dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu mastalgia siklik dan mastalgia non-siklik. Keduanya memiliki ciri serta penyebab yang berbeda, sehingga penting untuk dikenali.

1. Mastalgia Siklik

  • Sangat terkait dengan siklus menstruasi dan fluktuasi hormon.
  • Biasanya muncul 1–2 minggu sebelum haid, semakin kuat menjelang menstruasi, lalu mereda setelah haid selesai.
  • Karakteristik: rasa tumpul, berat, pegal, sering disertai pembengkakan atau rasa penuh.
  • Umumnya memengaruhi kedua payudara, terutama bagian atas dan luar, bahkan bisa menjalar ke ketiak.
  • Paling sering dialami wanita usia 20–30 tahun atau menjelang menopause.
  • Biasanya mereda setelah menopause, kecuali bila menjalani terapi pengganti hormon.

Masih mengutip buku berjudul Kupas Tuntas Gangguan Menstruasi dan Penanganannya (2023), nyeri payudara siklik tidak memerlukan banyak perawatan karena nyeri payudara siklik merupakan bagian rutin dari siklus menstruasi. Penggunaan obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi gejala rasa sakit yang menjadi tidak terkendali pada nyeri payudara seperti acetaminophen, ibuprofen, natrium naproxen, aspirin dan diklofenak.

2. Mastalgia Non-Siklik

  • Tidak berhubungan dengan siklus menstruasi.
  • Dapat muncul kapan saja, bahkan setelah menopause.
  • Sensasi nyeri: terbakar, menusuk, atau tajam, bisa konstan atau datang dan pergi.
  • Umumnya memengaruhi satu payudara di area tertentu, meski bisa menyebar lebih luas.
  • Lebih sering dialami wanita usia 40–50 tahun.

Penyebab Umum yang Memicu Nyeri Payudara

Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Kebidanan, Vol. VII, No. 01, Juni 2015, para remaja putri sering mengalami nyeri payudara disertai benjolan kecil saat perabaan ketika menjelang menstruasi. Nyeri payudara yang dialami diakibatkan meningkatnya hormon estrogen.

Nyeri dan benjolan tersebut akan menghilang setelah selesai menstruasi. Apabila nyeri dan benjolan tersebut tidak menghilang setelah selesai menstruasi maka perlu diwaspadai karena Fibro Adenoma Mammae atau tumor jinak sering terjadi pada kalangan remaja. Fibro Adenoma Mammae merupakan tumor jinak, tetapi besar kemungkinan menjadi ganas kira-kira 3%.

Berikut ini berbagai faktor dapat menjadi penyebab payudara nyeri, mulai dari perubahan hormonal hingga kondisi medis tertentu:

1. Perubahan hormonal: fluktuasi estrogen dan progesteron menjelang menstruasi, kehamilan, pubertas, atau menopause sering menjadi pemicu utama mastalgia siklik. Perubahan ini menyebabkan jaringan payudara menahan cairan dan menjadi lebih sensitif.

2. Kista dan perubahan fibrokistik: kista adalah benjolan berisi cairan yang dapat terasa nyeri, terutama menjelang menstruasi. Perubahan fibrokistik juga termasuk penyebab umum nyeri payudara.

3. Obat-obatan: beberapa jenis obat seperti pil KB, obat penyubur, antidepresan, dan terapi pengganti hormon (HRT) bisa menimbulkan nyeri payudara sebagai efek samping.

4. Cedera atau trauma: benturan, kecelakaan, maupun pasca-operasi pada payudara dapat memicu nyeri lokal. Nyeri juga bisa menjalar dari area lain, seperti otot dada, lengan, atau punggung (nyeri rujukan).

5. Infeksi payudara (mastitis): sering terjadi pada ibu menyusui, ditandai dengan payudara terasa panas, bengkak, nyeri, dan kemerahan. Masalah menyusui lain seperti pembengkakan payudara atau saluran ASI tersumbat juga dapat menyebabkan nyeri.

6.Ukuran bra tidak sesuai: penggunaan bra yang terlalu ketat maupun terlalu longgar bisa memberikan tekanan berlebih pada jaringan payudara sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

7. Kondisi di luar payudara: beberapa masalah kesehatan seperti costochondritis (peradangan tulang rawan dada), refluks gastroesofageal (GERD), hingga stres dan kecemasan juga dapat memperburuk atau memicu nyeri payudara.

Nyeri Payudara dan Hubungannya dengan Kanker Payudara

Menurut Nurhayati, Zaenal Arifin H (2019) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Vol. 8 No. 1 Mei 2022, kanker payudara (carcinoma mammae) merupakan suatu keganasan yang berasal dari jaringan payudara baik dari epitel duktus maupun lobulusnya.

Ca Mammae terjadi karena kondisi sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.

Mengutip kajian yang dipublikasikan di Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol.1 No.1 (Oktober, 2021), adapun faktor risiko yang erat kaitannya dengan peningkatan insiden kanker payudara yaitu jenis kelamin perempuan, usia >50 tahun, riwayat keluarga dan genetik, riwayat penyakit payudara, riwayat menstruasi/menarche dini (<12 tahun) atau menopause lambat (>55 tahun), riwayat reproduksi (tidak memiliki anak dan tidak menyusui), hormonal, obesitas, konsumsi alkohol, riwayat radiasi dinding dada, serta faktor lingkungan.

Ketika seseorang mengalami payudara nyeri, kekhawatiran terbesar seringkali adalah kemungkinan kanker payudara. Namun, penting untuk dipahami bahwa sebagian besar kasus nyeri payudara menandakan kondisi non-kanker atau jinak.

1. Bukan gejala utama kanker: nyeri payudara bukanlah tanda utama atau paling umum dari kanker payudara. Pada stadium awal, benjolan kanker biasanya terasa keras, tidak beraturan, dan seringkali tidak menimbulkan rasa sakit.

2. Nyeri persisten: meskipun jarang menjadi gejala utama, nyeri yang berulang atau terus-menerus pada salah satu atau kedua payudara tetap perlu diwaspadai, terutama jika ada perubahan lain yang menyertainya.

3. Gejala khas kanker payudara: tanda yang lebih sering ditemukan meliputi benjolan baru atau perubahan pada benjolan lama, perubahan bentuk atau ukuran payudara, perubahan pada puting, keluarnya cairan dari puting selain ASI, serta perubahan tekstur kulit payudara seperti kerutan atau kemerahan.

4. Pentingnya pemeriksaan medis: jika nyeri payudara disertai dengan gejala-gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan medis lanjutan untuk menyingkirkan kemungkinan kanker payudara.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter

Meskipun sebagian besar nyeri payudara tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda segera berkonsultasi dengan dokter:

1. Nyeri berlangsung lama: jika nyeri payudara terjadi setiap hari selama lebih dari dua minggu, atau hanya muncul pada satu area spesifik dan semakin memburuk seiring waktu.

2. Mengganggu aktivitas: ketika nyeri mengganggu aktivitas sehari-hari atau bahkan membangunkan Anda dari tidur.

3. Dipicu obat-obatan: jika nyeri muncul setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti pil KB, obat penyubur, antidepresan, atau terapi pengganti hormon.

4. Disertai benjolan atau perubahan: apabila nyeri disertai dengan benjolan baru, perubahan pada benjolan lama di payudara atau ketiak, perubahan bentuk atau ukuran payudara, perubahan pada puting, atau keluarnya cairan selain ASI.

5. Perubahan kulit payudara: jika kulit payudara tampak seperti kulit jeruk, terdapat ruam, atau perubahan tekstur lain yang mencurigakan.

6. Riwayat keluarga: ketika Anda memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga, kondisi ini perlu disampaikan kepada dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Penanganan untuk Meredakan Nyeri Payudara

Penanganan nyeri payudara perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan:

1. Menggunakan bra yang tepat

Mengenakan bra yang pas dan suportif, termasuk bra olahraga saat beraktivitas fisik, dapat mengurangi tekanan sekaligus memberikan dukungan yang diperlukan.

2. Obat pereda nyeri

Obat bebas seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi rasa sakit. Selain itu, gel pereda nyeri topikal juga bisa digunakan untuk memberikan kelegaan lokal.

3. Kompres hangat atau dingin

Mengompres payudara dengan air hangat atau es dapat mengurangi ketidaknyamanan dan rasa nyeri.

4. Perubahan gaya hidup

Mengurangi konsumsi kafein dan cokelat kadang dianjurkan, meskipun bukti ilmiah masih terbatas. Mengelola stres dan kecemasan melalui teknik relaksasi juga berperan penting, karena stres dapat memperparah nyeri payudara.

5. Terapi hormonal

Jika nyeri disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, dokter mungkin meresepkan terapi hormonal seperti pil KB dosis rendah. Penggunaan terapi ini harus dalam pengawasan medis.

6. Tindakan medis lanjutan

Pada kasus yang lebih serius, misalnya abses atau benjolan jinak yang menimbulkan nyeri signifikan, tindakan medis seperti operasi mungkin diperlukan.

Q & A Seputar Topik

Payudara nyeri tanda apa secara umum?

Umumnya, nyeri payudara bisa menandakan perubahan hormonal menjelang menstruasi, kehamilan, atau masa menyusui. Kondisi ini biasanya bersifat normal dan tidak berbahaya.

Apakah payudara nyeri tanda kanker? 

Nyeri jarang menjadi gejala utama kanker payudara. Namun, jika nyeri disertai benjolan keras, perubahan kulit, atau keluarnya cairan dari puting, sebaiknya segera diperiksa ke dokter.

Payudara nyeri tanda apa bila terjadi setelah menopause? 

Jika nyeri muncul setelah menopause, kemungkinan besar tidak terkait siklus hormon. Bisa saja disebabkan oleh mastalgia non-siklik, efek samping obat, atau kondisi medis lain.

Apakah payudara nyeri tanda apa bila hanya terasa di satu sisi? 

Nyeri di satu sisi bisa dipicu oleh kista, infeksi, cedera, atau ketegangan otot di area sekitar dada. Jika berlangsung lama, sebaiknya diperiksakan.

Payudara nyeri tanda apa jika terjadi bersamaan dengan stres?

Stres dapat memperburuk sensitivitas tubuh, termasuk payudara. Jadi, nyeri payudara bisa juga menjadi tanda ketegangan emosional yang berdampak fisik.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |