Liputan6.com, Jakarta - Salah satu prosedur terkini untuk mengatasi masalah kaki adalah artroskopi. Ini adalah prosedur bedah minimal invasif yang digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati masalah pada sendi, termasuk sendi di area kaki.
“Berbeda dengan operasi terbuka, artroskopi dilakukan dengan membuat sayatan kecil biasanya kurang dari 1 cm dan menggunakan alat khusus yang dilengkapi kamera (artroskop) untuk melihat kondisi sendi secara detail,” kata dokter spesialis orthopedi dan traumatologi Eka Hospital Cibubur, Andi Praja Wira Yudha Luthfi dalam temu media di Jakarta, Jumat (14/2/2025).
Menurut dokter yang akrab disapa Wira, artroskopi memiliki beberapa keunggulan, termasuk:
- Minim sayatan: Sayatan kecil mengurangi risiko infeksi dan jaringan parut.
- Pemulihan cepat: Pasien biasanya dapat pulih lebih cepat dibandingkan dengan operasi terbuka.
- Akurasi tinggi: Kamera artroskop memungkinkan dokter melihat kondisi sendi secara jelas dan melakukan prosedur dengan presisi.
Prosedur artroskopi pada kaki melibatkan beberapa langkah, yakni:
- Anestesi: Pasien akan diberikan anestesi lokal, regional, atau umum tergantung pada kondisi.
- Pembuatan sayatan kecil: Dokter membuat satu atau lebih sayatan kecil di sekitar sendi yang bermasalah.
- Pemasangan artroskop: Kamera kecil dimasukkan melalui sayatan untuk memvisualisasikan kondisi sendi.
- Penanganan masalah: Jika ditemukan masalah seperti robekan ligamen atau kerusakan tulang rawan, dokter akan menggunakan alat khusus untuk memperbaikinya.
- Penutupan sayatan: Sayatan kecil artroskopi ditutup dengan jahitan atau perekat kulit.
Macam-Macam Problematika Kaki
Wira menjelaskan, kaki merupakan bagian tubuh yang paling sering mengalami tekanan dan beban berat dalam aktivitas sehari-hari. Akibatnya, berbagai problematika pada kaki dapat muncul, mulai dari nyeri ringan hingga kondisi serius yang memerlukan penanganan medis.
Problematika pada kaki, terutama yang berkaitan dengan tulang dan sendi, dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Problematika pada kaki dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cedera, aktivitas berlebihan, penuaan, atau kondisi medis tertentu. Beberapa problematika umum pada kaki meliputi:
- Nyeri kaki: Dapat disebabkan oleh plantar fasciitis, tendinitis, atau kapalan.
- Cedera: Seperti keseleo, patah tulang, atau robekan ligamen.
- Deformitas kaki: Contohnya bunion (jempol kaki bengkok), hammertoe, atau flat feet (kaki datar).
- Masalah kulit dan kuku: Seperti kapalan, kuku tumbuh ke dalam, atau infeksi jamur.
- Penyakit tulang dan sendi: Seperti arthritis, osteoporosis, osteochondritis, hingga gout.
Durasi Tindakan Artroskopi
Wira menambahkan, artroskopi bisa menangani berbagai masalah kaki mulai dari robeknya ligamen hingga patah tulang.
“Artroskopi itu bisa kita lakukan di beberapa kasus seperti patah tulang, cedera ligamen, pengapuran, infeksi. Durasi tindakannya berbeda-beda, cuma kalau secara umum kurang dari satu jam,” jelas Wira.
“Operasi untuk jahit ligamen sendiri biasanya 40 menit,” tambahnya.
Dengan teknik artroskopi, biasanya pasien boleh pulang satu hari setelah tindakan.
“Biasanya dengan teknik artroskopi ini enaknya, hari ini pasien artroskopi besok boleh pulang. Cuma soal kapan dia boleh menapak itu lagi-lagi tergantung kasusnya. Kalau jahit ligamen kita enggak mengizinkan pasien menapak dulu takutnya jahitannya lepas. Biasanya dua minggu tidak boleh menapak.”
Salah Sepatu Sering Jadi Pemicu Sakit Kaki
Wira menerangkan, keluhan yang banyak terjadi di masyarakat adalah keseleo. Hal ini kerap disebabkan karena salah penggunaan sepatu.
“Yang sering saya amati penyebabnya adalah salah sepatu. Jadi kadang-kadang banyak ya pelari yang baru coba lari tapi pengen pakai sepatu yang canggih padahal itu untuk pelari-pelari yang cepat,” jelas Wira.
“Dia memakai sepatu yang tidak diperuntukan untuk dia, jadinya tidak stabil. Sepatu tuh sangat berpengaruh.”
Selain salah sepatu, kurang latihan atau pemanasan juga kerap jadi penyebab masalah kaki terutama saat lari.