5 Cara Elegan Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah di Momen Lebaran Idul Fitri Tanpa Bikin Baper!

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Setiap momen Idul Fitri, selain menjadi ajang silaturahmi, sering kali juga menjadi waktu munculnya pertanyaan klasik: Kapan nikah? Bagi sebagian orang, pertanyaan ini terasa sensitif dan bisa memicu ketidaknyamanan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menanggapi pertanyaan kapan nikah dengan bijak agar tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga tanpa mengorbankan perasaan pribadi.

Mengapa Pertanyaan 'Kapan Nikah?' Sering Diajukan Saat Idul Fitri?

Secara budaya, menikah dianggap sebagai fase penting dalam hidup, sehingga pertanyaan ini sering kali diajukan dengan niat baik. Namun, bagi yang belum siap atau memiliki prioritas lain, penting untuk mengetahui counter pertanyaan kapan nikah agar tetap nyaman dalam menjawabnya.

Psikolog dari Klikdokter, Iswan Saputro, dan Psikolog yang juga Dosen di Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Nur Islamiah, MPsi, PhD menjelaskan bahwa pertanyaan kapan menikah sering kali muncul karena norma sosial dan harapan keluarga. 

Menurut mereka, cara terbaik untuk menanggapi pertanyaan kapan nikah? ini adalah dengan tetap tenang dan tidak terbebani secara emosional. Iswan juga menyarankan beberapa strategi agar tetap percaya diri saat menjawabnya.

Promosi 1

Cara Menanggapi Pertanyaan Kapan Nikah dengan Bijak

1. Jawaban Santai dan Umum

Memberikan jawaban yang santai dan tidak terlalu mendalam bisa menjadi pilihan aman. Beberapa contoh jawaban yang bisa digunakan:

  • "Belum ada rencana pasti, doakan saja yang terbaik."
  • "Insya Allah kalau sudah waktunya nanti."
  • "Masih fokus pada karier dan pengembangan diri dulu."
  • "Belum menemukan yang tepat, masih dalam proses mencari."

Dengan jawaban ini, Anda tetap bersikap sopan tanpa perlu memberikan penjelasan lebih lanjut yang mungkin membuat Anda tidak nyaman.

2. Menjawab dengan Humor

Menanggapi pertanyaan kapan nikah dengan humor bisa menjadi cara efektif untuk meredakan ketegangan. Beberapa contoh jawaban yang bisa dicoba:

  • "Masih antre, tunggu giliran ya!"
  • "Lagi menabung buat mahar, sabar dulu."
  • "Rahasia, nanti kalau sudah ada undangannya baru dikasih tahu!"

Namun, pastikan humor yang digunakan tetap dalam batas wajar dan tidak menyinggung pihak lain.

3. Memberikan Jawaban Terbuka

Jika merasa nyaman berbagi lebih banyak, Anda bisa memberikan jawaban yang lebih terbuka, seperti:

  • "Saat ini saya masih fokus dengan karier, nanti jika sudah siap pasti akan menikah."
  • "Saya dan pasangan sedang merencanakan masa depan bersama, termasuk pernikahan."
  • "Masih banyak hal yang ingin saya capai sebelum menikah, tapi pasti akan ada waktunya."

Jawaban ini cocok jika Anda ingin lebih jujur tanpa harus merasa tertekan.

4. Mengalihkan Pembicaraan

Salah satu counter pertanyaan kapan nikah yang cukup efektif adalah dengan mengalihkan topik. Anda bisa menanyakan kabar keluarga penanya atau membahas sesuatu yang menarik, misalnya:

  • "Ngomong-ngomong, anak-anak sekarang sekolah di mana?"
  • "Wah, makanan Lebaran tahun ini enak banget! Siapa yang masak?"
  • "Gimana rencana liburan setelah Idul Fitri?"

Dengan cara ini, Anda bisa menghindari pembicaraan yang membuat tidak nyaman tanpa perlu menolak pertanyaan secara langsung.

5. Menyatakan Ketidaknyamanan dengan Sopan

Jika Anda benar-benar tidak ingin membahasnya, sah-sah saja untuk menyatakan ketidaknyamanan dengan sopan. Beberapa contoh cara menanggapi pertanyaan kapan nikah dengan tegas tapi tetap hormat:

  • "Terima kasih atas perhatiannya, tapi saya lebih suka tidak membahas ini sekarang."
  • "Saya kurang nyaman dengan pertanyaan ini, lebih baik kita bahas hal lain saja."
  • "Saya percaya setiap orang punya waktu yang berbeda untuk menikah, mohon pengertiannya ya."

Menetapkan batasan pribadi itu penting, terutama jika pertanyaan ini sudah terlalu sering diajukan.

Tips Tambahan Agar Tetap Nyaman Saat Ditanya Kapan Nikah

  • Bersikap percaya diri saat menjawab pertanyaan.
  • Gunakan nada suara yang tenang dan sopan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
  • Tetap tersenyum dan ramah agar suasana tetap menyenangkan.
  • Jangan merasa tertekan, karena keputusan menikah adalah pilihan pribadi.
  • Sesuaikan jawaban dengan situasi dan hubungan Anda dengan penanya.
Read Entire Article
Helath | Pilkada |