Liputan6.com, Jakarta - Sindrom Tourette dan latah sering dianggap serupa karena keduanya melibatkan gerakan atau suara berulang. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama dalam hal pemicu dan mekanisme terjadinya. Sindrom Tourette adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan tic spontan tanpa pemicu spesifik, sementara latah merupakan reaksi psikologis terhadap kejutan atau rangsangan mendadak.
Belum lama ini, penyanyi terkenal Billie Eilish mengungkapkan perjuangannya hidup dengan Sindrom Tourette, menyoroti pentingnya pemahaman dan empati terhadap kondisi ini. Dalam wawancara dengan BBC, Billie Eilish mengaku bahwa hidup dengan Sindrom Tourette sangat melelahkan. Dia mengalami tic berupa gerakan dan suara tak terkendali, bahkan di depan kamera. "Jika Anda merekam saya cukup lama, Anda akan melihat banyak tics," ujarnya.
Apakah Tourette Syndrome Sama dengan Latah?
1. Pemicunya
Perbedaan utama antara Sindrom Tourette dan latah terletak pada pemicunya. Sindrom Tourette menyebabkan tic motorik dan vokal yang terjadi secara spontan tanpa pemicu tertentu. Tic ini bisa berupa kedipan mata, gerakan tubuh tertentu, atau mengeluarkan suara tanpa disadari.
Sementara itu, latah dipicu oleh kejutan atau rangsangan mendadak dan umumnya berupa respons refleks seperti meniru kata atau gerakan orang lain (ekolalia dan ekopraksia) atau mengucapkan kata-kata kasar (koprolalia).
2. Usia dan Pola Munculnya
Sindrom Tourette biasanya muncul pada umur 2 s.d 15 tahun dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Tic yang dialami penderita bisa ringan atau berat dan dapat berubah seiring waktu. Sementara itu, latah lebih sering ditemukan pada orang dewasa, terutama di budaya tertentu, dan muncul sebagai respons terhadap stimulus tertentu.
3. Penyebab dan Mekanisme
Sindrom Tourette disebabkan oleh faktor neurologis, kemungkinan terkait dengan ketidakseimbangan zat kimia di otak seperti dopamin dan serotonin. Sebaliknya, latah lebih bersifat psikologis dan lebih sering dikaitkan dengan faktor sosial dan budaya.
Tantangan Hidup dengan Sindrom Tourette
Billie Eilish mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar hidup dengan Sindrom Tourette adalah reaksi orang-orang yang sering kali salah memahami tics sebagai sesuatu yang lucu. "Cara paling umum orang bereaksi adalah dengan tertawa karena mereka pikir saya mencoba untuk menjadi lucu. Saya selalu merasa tersinggung dengan itu," katanya.
Terrina Bibb, seorang wanita berumur 29 tahun yang juga mengidap Sindrom Tourette, berbagi pengalaman serupa. Dia menghadapi kesulitan dalam mendapatkan diagnosis yang tepat dan sering kali menerima perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang yang tidak memahami kondisinya.
"Orang-orang bertanya 'Kenapa Anda harus menyumpah serapah begitu banyak?'. Saya berharap saya tidak harus melakukannya, tetapi ini sesuatu yang tidak bisa saya kendalikan," ujarnya.
Penyebab dan Pengobatan Sindrom Tourette
Penyebab pasti Sindrom Tourette masih belum diketahui, tetapi kombinasi faktor genetik dan lingkungan diyakini berperan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres dan paparan zat tertentu selama kehamilan dapat meningkatkan risiko berkembangnya kondisi ini.
Pengobatan Sindrom Tourette bergantung pada tingkat keparahan gejala. Pada kasus ringan, terapi perilaku dapat membantu mengelola tic, sementara pada kasus yang lebih berat, dokter mungkin meresepkan obat-obatan untuk mengurangi gejala. Dukungan sosial dan edukasi masyarakat juga sangat penting agar penderita dapat menjalani kehidupan yang lebih baik tanpa stigma.
Memahami cara membedakan Sindrom Tourette dan latah sangat penting untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang tepat. Meskipun keduanya melibatkan gerakan atau suara berulang, perbedaannya terletak pada penyebab dan cara munculnya gejala.
Sindrom Tourette merupakan gangguan neurologis yang muncul secara spontan, sedangkan latah adalah reaksi terhadap rangsangan mendadak.
Kisah Billie Eilish dan Terrina Bibb menunjukkan pentingnya empati serta edukasi masyarakat agar penderita Sindrom Tourette dapat diterima dan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.