Manfaat Kulit Pisang untuk Perawatan Wajah, Seberapa Manjur?

17 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kulit pisang, yang sering kali kita anggap sampah, dipercaya memiliki segudang manfaat untuk perawatan wajah. 

Influencer kebugaran Ashton Hall baru-baru ini menjadi viral karena membagikan rutinitas paginya yang meliputi bangun pada pukul 04.00, menutup mulut dengan selotip, mencelupkan wajah ke dalam semangkuk ari dingin, dan menggosok kulit pisang pada wajahnya.

Hall bukan satu-satunya influencer yang menggembar-gemborkan trik perawatan wajah dengan kulit pisang.

Para influencer telah melakukan DIY "scrub kulit pisang" ini selama beberapa waktu, menyebutnya sebagai "Botox alami" yang mengencangkan dan mencerahkan kulit mereka.

Dan sekarang, berkat Hall, TikToker lain menjadi ikut serta mempraktikkan ritual perawatan kulit ini.

Bagaimana Manfaatnya?

Apakah tren kulit pisang untuk perawatan wajah ini benar-benar memberi manfaat seperti yang disebutkan?

"Yang membuat kulit pisang bermanfaat bagi kulit adalah kandungan nutrisinya yang tinggi," kata Benjamin Bunting, ahli gizi olahraga dan pendiri BeForm Nutrition.

"Kulit pisang mengandung antioksidan dan berbagai vitamin B yang dapat menghidrasi dan melindungi kulit saat dioleskan langsung ke kulit. Bagian dalam kulit pisang juga memiliki sifat pengelupasan ringan, yang membantu menghilangkan sel kulit mati."

Untuk mendapatkan hasil maksimal, ia merekomendasikan menggosok bagian dalam kulit pisang matang pada wajah dengan gerakan memutar, membiarkannya selama 15 menit, lalu membilasnya dengan air dingin.

Cara ini mudah dan — yang mungkin lebih penting dalam kondisi ekonomi seperti ini — gratis.

“Yang kami lihat adalah semakin banyak orang yang ingin mencoba perawatan kesehatan yang alami dan terjangkau yang dapat dengan mudah mereka tambahkan ke rutinitas harian mereka,” katanya, dilansir New York Post. 

Argumen dari Kelompok Antipisang

Namun, tidak semua orang begitu cepat mengikuti tren ini.

Dr. Kate Jameson, seorang dokter kosmetik dan pendiri Youth Lab Australia, mengakui bahwa pisang mengandung banyak nutrisi yang dapat memberikan beberapa manfaat — tetapi ia agak skeptis bahwa tren ini lebih dari sekadar kulit.

"Kulit pisang mengandung antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, dan lutein, yang dikenal memiliki sifat antiradang dan menghidrasi," katanya.

"Bagi sebagian orang, mengoleskan bagian dalam kulit ke kulit dapat membantu meredakan iritasi ringan atau memberikan efek menenangkan jangka pendek, terutama pada bagian yang kering."

Keterbatasan: Sedikit Bukti Ilmiah

Namun, ada keterbatasan dan potensi kerugiannya.

“Ada sangat sedikit bukti ilmiah yang mendukung keefektifannya sebagai perawatan kulit, dan tidak seperti produk yang diformulasikan secara profesional, kulit pisang tidak distabilkan atau dirancang untuk penggunaan topikal,” katanya.

“Ada juga risiko iritasi kulit atau kontaminasi bakteri, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau rusak.”

Jameson mencatat bahwa kulit pisang telah digunakan sebagai pengobatan rumahan alami untuk masalah lain — seperti kutil — tetapi itu pun bisa jadi hanya cerita lama.

“Beberapa orang percaya bahwa enzim dalam kulit pisang dapat membantu melembutkan dan memecah jaringan kutil seiring waktu,” katanya. “Tetapi sekali lagi, buktinya murni anekdotal. Jika seseorang berjuang melawan kutil atau masalah kulit lainnya, sebaiknya bicarakan dengan praktisi yang berkualifikasi daripada bergantung pada tren yang sedang viral.”

Sikapi Trend dengan Hati-Hati

Dan, secara umum, ia menghimbau orang-orang untuk menyikapi tren TikTok ini dengan hati-hati.

“Alami tidak selalu berarti aman atau efektif — dan apa yang berhasil bagi satu orang secara daring mungkin tidak berhasil bagi orang lain, terutama dalam hal kesehatan kulit.”

Read Entire Article
Helath | Pilkada |