Liputan6.com, Jakarta - Nyeri dada sering kali menimbulkan kekhawatiran karena bisa menjadi tanda serangan jantung. Namun, kondisi lain seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan serupa. Agar tidak overthinking, penting untuk memahami perbedaan gejala antara kedua kondisi ini.
Apakah Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Serangan Jantung?
Dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. dr. Vito Anggarino Damay, SpJP (K), M.Kes, AIFO-K, mengatakan, serangan jantung biasanya ditandai dengan nyeri dada yang dapat:
- Terasa di tengah dada, menjalar ke sebelah kiri, rahang, dagu, punggung, atau lengan kiri.
- Terasa seperti ditekan atau diremas.
- Disertai keringat dingin, sesak napas, dan terkadang berdebar-debar.
- Bisa juga muncul sebagai nyeri di ulu hati.
- Secara medis, serangan jantung dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) yang menunjukkan perubahan pada segmen ST atau gelombang T.
- Selain itu, peningkatan kadar enzim jantung Troponin menandakan adanya kerusakan pada otot jantung.
Lebih lanjut, Vito, menjelaskan, tidak sedikit pasien yang datang ke UGD dengan keluhan nyeri di ulu hati dan menganggapnya sebagai gejala maag.
"Kadang-kadang mereka berpikir, kok bisa orang sakit maag meninggal mendadak?" kata dr. Vito seperti dikutip dari Kanal Youtube DRV CHANNEL pada Senin, 10 Februari 2025.
Padahal, kondisi tersebut kemungkinan besar adalah serangan jantung yang menyerupai gejala maag.
Apa yang Dirasakan Jika Terkena GERD?
Sementara itu, GERD memiliki gejala khas yang berbeda, seperti:
- Sensasi terbakar di dada (heartburn).
- Rasa pahit di mulut.Sering sendawa.
- Gejala yang memburuk saat berbaring atau setelah makan makanan tertentu.
- Tidak seperti serangan jantung, GERD tidak menyebabkan perubahan pada hasil EKG dan tidak meningkatkan enzim jantung.
Kapan Harus Waspada?
Dr. Vito menegaskan bahwa nyeri dada yang tiba-tiba, disertai keringat dingin, sesak napas, atau nyeri yang tidak berkurang dengan obat maag harus segera diperiksakan ke rumah sakit.
"Kalau ini terjadi, segera ke rumah sakit. Lakukan pemeriksaan EKG atau rekam jantung untuk memastikan apakah ada serangan jantung," ujar Dr. Vito.
Dia juga menambahkan bahwa waktu adalah faktor krusial dalam penanganan serangan jantung. "Semakin cepat ditangani, semakin baik peluang untuk selamat dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang," jelasnya.
Pentingnya Pemeriksaan Medis
Meskipun ada perbedaan gejala, kedua kondisi ini bisa muncul bersamaan, terutama pada individu dengan faktor risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Dr. Vito mengingatkan bahwa edukasi ini bukanlah alat diagnosis, karena bahkan dokter pun memerlukan pemeriksaan klinis yang menyeluruh.
Jika mengalami nyeri dada yang mencurigakan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.