Waspada Kolesterol Tinggi pada Anak, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya

2 weeks ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Kolesterol tinggi pada anak-anak, terkadang disebut dengan kolesterol tinggi pediatik, terjadi Ketika kadar kolesterol anak lebih tinggi dari seharusnya. Faktanya, kolestertol tinggi tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, usia anak dan remaja juga mungkin memiliki kadar trigliserida tinggi.

Kolesterol dan trigliserida adalah lemak (lipid) yang beredar dalam darah kita. Kita membutuhkan sejumlah lipid untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita, tetapi kadar yang lebih tinggi dari normal dapat menyebabkan masalah kesehatan, dilansir Cleveland Clinic.

Kolesterol tinggi pada anak-anak, meskipun seringkali tanpa gejala, merupakan masalah kesehatan serius yang perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, pola makan tidak sehat, obesitas, atau kondisi medis tertentu seperti diabetes. Deteksi dini sangat penting karena kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke di masa depan. Artikel ini akan membahas gejala, cara mendeteksi, serta pencegahan dan pengobatan kolesterol tinggi pada anak.

Salah satu indikator utama kolesterol tinggi pada anak adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Anak dengan berat badan berlebih memiliki risiko lebih tinggi, meskipun anak kurus pun tetap bisa mengalaminya, terutama jika ada riwayat keluarga.

Hanya saja, kolesterol tinggi pada anak biasanya tidak menunjukkan gejala spesifik, sehingga pemeriksaan darah rutin menjadi sangat penting untuk deteksi dini. American Academy of Pediatrics bahkan merekomendasikan pemeriksaan kolesterol pada anak usia 9-11 tahun dan 17-21 tahun, bahkan lebih awal jika ada faktor risiko lain.

Promosi 1

Tes Darah Panel Lipid

Untuk mengetahui apakah anak memiliki kolesterol tinggi, perlu dilakukan tes darah yang disebut panel lipid oleh penyedia layanan kesehatan. Tes ini untuk memeriksa kadar lipid. Apa yang normal atau tidak, bervariasi menurut usia. Misalnya, kadar kolesterol normal pada orang dewasa sedikit berbeda dari kadar normal pada anak-anak.

Tes darah sederhana ini akan mengukur kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik), dan non-HDL. Nilai normal kolesterol pada anak bervariasi, namun umumnya kolesterol total kurang dari 170 mg/dL, non-HDL kurang dari 120 mg/dL, LDL kurang dari 110 mg/dL, dan HDL lebih dari 45 mg/dL.

Jika kadar kolesterol total, non-HDL, dan LDL melebihi angka tersebut, dan HDL di bawah batas normal, anak dapat dikatakan mengalami kolesterol tinggi. Konsultasikan segera dengan dokter anak jika hasil pemeriksaan menunjukkan hal tersebut.

Deteksi Dini Kolesterol Tinggi pada Anak

Deteksi dini kolesterol tinggi pada anak sangat penting untuk mencegah komplikasi di kemudian hari. Pemeriksaan kolesterol idealnya dilakukan pada anak usia 9-11 tahun dan 17-21 tahun, sesuai rekomendasi American Academy of Pediatrics. Namun, pemeriksaan lebih awal mungkin diperlukan jika anak memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau stroke, atau jika anak memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas normal, diabetes, atau tekanan darah tinggi. Perlu diingat bahwa tidak ada gejala spesifik untuk kolesterol tinggi, sehingga pemeriksaan rutin sangat dianjurkan.

Anak dengan IMT di atas persentil 95 (usia 2-8 tahun) atau persentil 85 (usia 12-16 tahun) perlu diperiksa lebih awal. Begitu pula anak dengan riwayat keluarga penyakit jantung atau stroke, atau yang telah didiagnosis menderita diabetes atau tekanan darah tinggi. Pemeriksaan dini ini sangat penting karena kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke di kemudian hari. Segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan saran dan perawatan yang tepat.

Selain pemeriksaan rutin, perhatikan juga tanda-tanda lain seperti obesitas atau kelebihan berat badan. Meskipun bukan gejala pasti, obesitas merupakan faktor risiko utama kolesterol tinggi. Oleh karena itu, penting untuk selalu memantau berat badan anak dan mendorong gaya hidup sehat sejak dini. Ingat, deteksi dini dan penanganan tepat waktu sangat krusial dalam mencegah komplikasi jangka panjang.

Cara Mengatasi dan Mencegah Kolesterol Tinggi pada Anak

Pengobatan utama kolesterol tinggi pada anak adalah perubahan gaya hidup sehat yang melibatkan seluruh keluarga. Hal ini meliputi pola makan sehat, olahraga teratur, dan menjaga berat badan ideal. Perubahan pola makan harus fokus pada pembatasan makanan tinggi kolesterol, seperti daging berlemak, produk susu tinggi lemak, gorengan, dan makanan olahan.

Tingkatkan konsumsi makanan kaya serat seperti buah, sayur, dan biji-bijian. Pilih protein tanpa lemak, lemak sehat (seperti alpukat dan minyak zaitun), karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral. Gunakan susu rendah lemak atau bebas lemak. Olahraga teratur minimal 60 menit setiap hari juga sangat penting. Aktivitas fisik dapat berupa jalan kaki, bersepeda, berenang, atau olahraga lainnya. Kurangi waktu bermain gadget dan menonton televisi.

Jika anak mengalami obesitas, penurunan berat badan secara bertahap dan sehat sangat penting. Penurunan berat badan harus dilakukan di bawah pengawasan dokter untuk memastikan prosesnya aman dan efektif. Pada beberapa kasus, terutama anak di atas 10 tahun dengan kadar LDL sangat tinggi (190 mg/dL atau lebih), dokter mungkin meresepkan obat penurun kolesterol. Namun, perubahan gaya hidup tetap menjadi pengobatan utama dan paling penting.

Kesimpulannya, kolesterol tinggi pada anak merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian. Deteksi dini melalui pemeriksaan darah rutin, dikombinasikan dengan gaya hidup sehat, merupakan kunci pencegahan dan pengendalian kolesterol tinggi. Selalu konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan saran dan perawatan yang tepat bagi anak Anda.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |