Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas alam dapat meningkatkan kesehatan mental, seperti merawat tanaman dan mengamati lingkungan. Hubungan dengan lingkungan alam tidak selalu harus dilakukan melalui aktivitas besar seperti berlibur ke pegunungan, atau menjelajah hutan.
Pendiri Common Current Therapy, Erin Kehrier, menjelaskan bahwa kebiasaan kecil yang menghadirkan unsur alam dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan manfaat psikologis yang nyata.
“Bahkan momen-momen kecil seperti kontak dengan alam dapat memberikan dukungan. Berada di alam dalam berbagai bentuknya, dapat membantu orang merasa lebih tenang. Hal ini membantu tubuh menjadi lebih rileks,” jelas Erin, dilansir dari Real Simple, Jumat, 20 Februari 2026.
Para ahli menilai bahwa lingkungan alami membantu menenangkan sistem saraf, memperbaiki fokus, serta mengurangi kelelahan mental yang sering muncul akibat tekanan aktivitas sehari-hari.
1. Merawat Tanaman di Rumah
Salah satu cara paling mudah untuk menghadirkan alam ke dalam rutinitas ialah dengan merawat tanaman. Tanaman hias, kebun kecil di halaman, atau bahkan pot tanaman di dalam ruangan dapat memberi dampak psikologis positif.
Proses menyiram, memangkas, atau memantau pertumbuhan tanaman menciptakan rasa tanggung jawab dan kepuasan tersendiri.
Psikoterapis Senior di New York City, Sarah Panzer menjelaskan, “Berkebun telah terbukti meningkatkan kesehatan mental dalam berbagai cara,” katanya.
Aktivitas ini juga membantu seseorang memusatkan perhatian pada proses yang lambat dan alami, sehingga pikiran dapat beristirahat dari tekanan. Kehadiran tanaman di dalam ruangan pun terbukti membuat suasana terasa lebih segar dan nyaman.
2. Mendengarkan Suara Alam
Paparan suara alam memiliki efek menenangkan yang signifikan. Tidak harus berada langsung di alam terbuka, seseorang tetap dapat memperoleh manfaatnya melalui rekaman suara burung, ombak, atau hujan.
“Ini bahkan tidak membutuhkan fokus penuh dan bisa menjadi bagian dari suasana. Karena tidak menuntut perhatian, ini Adalah cara mudah untuk merasa terhubung dengan alam sambil tetap menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Kehrier.
3. Mengamati Lingkungan Alam di Sekitar
Menghabiskan waktu untuk sekadar memperhatikan unsur alam, seperti pepohonan di jalan, awan di langit, atau taman kota, dapat membantu meredakan kelelahan mental. Aktivitas ini memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari tuntutan fokus yang intens.
Dengan meluangkan waktu untuk mengamati alam, seseorang dapat meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa tenang.
Pendiri Holistic Anxiety& Trauma, Laura Sgro, menjelaskan kebiasaan ini juga membantu mengurangi perasaan terburu-buru yang sering memicu stres.
“Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa 40 detik menatap alam dapat meningkatkan fokus dan menenangkan sistem saraf,” tuturnya.
4. Membiarkan Cahaya Alami dan Udara Segar Masuk
Kontak dengan alam tidak selalu harus dilakukan di luar ruangan. Membuka jendela untuk membiarkan cahaya matahari masuk dan udara segar mengalir dapat memberikan efek positif pada suasana hati.
Paparan cahaya alami membantu mengatur ritme biologis tubuh, sementara udara segar memberi sensasi keterhubungan dengan lingkungan luar. Hal sederhana ini dapat membuat ruangan terasa lebih hidup dan mengurangi rasa terkungkung.
5. Beraktivitas Fisik di Luar Ruangan
Melakukan aktivitas fisik di ruang terbuka memberikan manfaat ganda bagi kesehatan mental. Selain meningkatkan kebugaran tubuh, paparan alam membantu memperkuat efek positif olahraga.
Menghabiskan waktu di luar ruangan sambil menggerakkan tubuh dapat memperkuat manfaat olahraga bagi kesehatan mental.
Artinya, olahraga yang dilakukan di lingkungan alami berpotensi lebih efektif dalam menurunkan kecemasan, dan meningkatkan suasana hati dibandingkan olahraga di dalam ruangan.
6. Mengunjungi Ruang Hijau di Dalam Ruangan
Jika kondisi tidak memungkinkan untuk berada di luar, ruang hijau dalam ruangan tetap dapat menjadi alternatif. Rumah kaca, taman indoor, atau ruang publik dengan banyak tanaman dapat menghadirkan pengalaman alam yang menenangkan.
Lingkungan dengan unsur alami terbukti membantu menurunkan ketegangan psikologis serta meningkatkan kenyamanan emosional, meskipun berada di dalam bangunan.
7. Menggunakan Unsur Alam Sebagai Dekorasi
Membawa elemen alam ke dalam rumah, seperti batu alam, kayu, bunga kering, atau kerang, juga dapat memberikan efek menenangkan. Kehadiran unsur alami di dalam ruangan membantu menciptakan suasana yang lebih hangat dan tidak kaku.
Selain itu, aktivitas mengumpulkan atau menata benda alami dapat menumbuhkan rasa keterhubungan dengan lingkungan sekitar serta meningkatkan kreativitas.
Pendiri Rocky Mountain Counseling Collective di Colorado, Cory Reid Vanas, menjelaskan, mendekorasi dengan batu kecil atau kerang dapat menenangkan pikiran.
“Tindakan merawat rangkaian bunga ini, meluangkan waktu untuk mengamati bahan-bahan alami, dan mengintegrasikannya ke dalam rutinitas perawatan diri, serta memperkuat antara pikiran dan tubuh,” terangnya.
8. Membayangkan Alam saat Meditasi
Visualisasi alam juga termasuk cara efektif untuk menghadirkan efek menenangkan. Membayangkan pantai, hutan, atau pegunungan dapat membantu tubuh merespons lebih rileks.
Teknik ini sering digunakan dalam latihan relaksasi karena mampu menurunkan ketegangan emosional, dan memperlambat respons stres. Dengan membayangkan suasana alami, pikiran dapat diarahkan pada kondisi yang lebih damai dan stabil.
“Apa yang Anda lihat, rasakan, dengar, cium, atau cicipi saat Anda terhubung dengan pemandangan alam ini, perhatikan sensasi internal apapun yang muncul,” ucap Sgro.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3221357/original/023741000_1598581052-miguel-bruna-TzVN0xQhWaQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483705/original/087586600_1769401479-Nyeri_punggung_bawah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280572/original/071567800_1752232941-Olahraga_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5332116/original/055108000_1756457638-pexels-foodie-factor-162291-566566__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507822/original/092067200_1771554675-fat_transfer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102581/original/060174800_1737446436-1737444706866_cara-agar-flek-hitam-di-wajah-cepat-mengelupas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508473/original/031070900_1771577103-Eat_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501516/original/021842600_1770940949-Ilustrasi_Buka_Puasa_Bersama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508175/original/045991500_1771568152-direksi_bpjs.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324415/original/083306000_1755849093-ec904f0f-4a50-44a5-92e0-892e91dea4f8__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508217/original/072900300_1771568997-Screenshot_2026-02-20_132901.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508122/original/021931500_1771566426-SnapInsta.to_591526212_18066134939397811_5230811419849421962_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508004/original/073844000_1771561476-prihati.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507852/original/029256200_1771556151-puasa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457669/original/070899100_1767013830-woman-with-stomachache-puts-her-hands-her-stomach-covers-her-mouth.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3107414/original/092971300_1587389042-brooke-lark-jUPOXXRNdcA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771369/original/018157500_1710334469-20240313-Pasar_Takjil_Benhil-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506761/original/025772900_1771475562-55101926672_0af967e858_c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3224866/original/056906700_1598937654-20200901-Imunisasi-Campak-Anak-Sekolah-Dasar-DWI-2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5259334/original/038943500_1750422150-20250620BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Putri_19.JPG)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249587/original/051099500_1749649587-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Persijap_Jepara_copy.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428483/original/072885400_1764511063-SnapInsta.to_588546973_18548895427014746_5234810774496989034_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418750/original/064168400_1763627277-InShot_20251119_190019629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
