Kehilangan Motivasi? 6 Cara Ini Bisa Bantu Kamu Bangkit Lagi

19 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Kehilangan motivasi merupakan kondisi yang wajar dialami setiap orang, baik dalam pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari. Rasa lelah, tekanan berkepanjangan, hingga tujuan yang terasa jauh dapat membuat seseorang kehilangan dorongan untuk bertindak. 

Namun, kondisi tersebut bukan sesuatu yang permanen. Dengan pendekatan yang tepat, motivasi dapat dibangun kembali secara bertahap. “Bertindaklah seolah-olah Anda termotivasi, dan mengutarakan argumen yang berlawanan dengan pikiran negatif,” kata psikoterapis Amy Morin mengutip Verywell Mind pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Bagi Anda yang tengah kehilangan motivasi dan butuh bangkit, ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar bisa berdiri tegak lagi:

a. Memahami Penyebab Hilangnya Motivasi

Langkah pertama adalah memahami penyebabnya. Motivasi sering menurun ketika seseorang merasa kewalahan, mengalami kelelahan mental, atau tidak lagi melihat makna dari aktivitas yang dijalani. Perasaan tidak percaya diri dan takut gagal juga dapat memperparah kondisi tersebut.

Dalam studi di University of California disebutkan bahwa, motivasi sering muncul setelah seseorang mulai bertindak, bukan sebelum memulai sesuatu. Hal ini menunjukkan bahwa menunggu rasa semangat datang justru dapat memperpanjang stagnasi.

Dengan memahami hilangnya motivasi Anda akan lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk membangkitkan semangat. Anda bisa menenangkan diri dulu, sebelum akhirnya memikirkan cara untuk kembali semangat.

b. Memulai dari Langkah Kecil

Salah satu cara efektif untuk membangun kembali motivasi adalah memulai dari tugas kecil yang mudah dilakukan. Langkah sederhana dapat membantu menciptakan rasa pencapaian, yang kemudian memicu dorongan untuk melanjutkan aktivitas berikutnya. Pendekatan ini juga mengurangi tekanan karena tujuan terasa lebih realistis dan dapat dicapai.

Membagi pekerjaan besar menjadi beberapa bagian kecil membuat seseorang lebih fokus pada proses daripada hasil akhir. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan konsistensi dan mengurangi kecenderungan menunda pekerjaan.

c. Menetapkan Tujuan yang Jelas dan Bermakna

Motivasi akan lebih kuat ketika seseorang memiliki tujuan yang jelas serta alasan personal dibalik tujuan tersebut. Tujuan yang spesifik membantu otak memahami arah tindakan, sementara makna pribadi memberikan energi emosional untuk bertahan menghadapi tantangan.

Dalam studi yang sama menjelaskan, aktivitas yang dilakukan tanpa tujuan yang pasti, mudah membuat bosan dan tidak bermakna. Oleh karena itu, penting untuk kembali mengingat alasan mengapa suatu pekerjaan atau usaha dimulai sejak awal.

d. Mengubah Lingkungan dan Rutinitas

Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap semangat seseorang. Ruang kerja yang monoton, jadwal yang tidak seimbang, atau interaksi sosial yang terbatas, dapat mempercepat munculnya kelelahan mental. 

Mengubah suasana, seperti merapikan ruang kerja, mengatur ulang jadwal, atau mencoba metode kerja baru, dapat memberikan efek segar pada pikiran.

Selain itu, berinteraksi dengan orang lain yang suportif juga dapat membantu meningkatkan motivasi. Dukungan sosial mampu memberikan perspektif baru serta dorongan emosional yang dibutuhkan saat semangat menurun.

e. Memberikan Penghargaan pada Diri Sendiri

Memberi penghargaan setelah menyelesaikan tugas merupakan strategi sederhana namun efektif. Bentuk penghargaan tidak harus besar, cukup istirahat sejenak, menikmati makanan favorit, atau melakukan hobi dapat menjadi penguat perilaku positif.

British Journal of Sports Medicine menemukan bahwa, penghargaan membantu otak mengasosiasikan usaha dengan pengalaman menyenangkan, sehingga seseorang lebih terdorong untuk mengulangi perilaku produktif tersebut.

f. Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik

Motivasi tidak hanya berkaitan dengan pola pikir, tetapi juga kondisi tubuh. Kurang tidur, pola makan tidak teratur, dan minim aktivitas fisik dapat memengaruhi energi serta konsentrasi. Menjaga kesehatan fisik melalui tidur cukup, olahraga ringan, dan konsumsi makanan bergizi membantu menjaga stabilitas emosi dan fokus.

Jika kehilangan motivasi berlangsung lama serta disertai perasaan putus asa, penting untuk mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan psikolog atau konselor dapat membantu menemukan strategi penanganan yang sesuai.

Kehilangan motivasi bukan tanda kegagalan, melainkan sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan penyesuaian. Dengan memahami penyebabnya, memulai dari langkah kecil, serta menjaga keseimbangan hidup, semangat dapat dibangun kembali secara perlahan. 

Tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten sering kali menjadi kunci untuk keluar dari kondisi stagnan dan kembali bergerak maju.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |