Niat Mandi Puasa Ramadhan: Ini Bacaan Arab, Arti, dan Waktu Pelaksanaannya

3 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Niat mandi puasa Ramadhan adalah hal penting yang perlu dilakukan sebelum menjalankan mandi sunnah. Lafaz niat mandi malam di bulan suci adalah:

 نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min ramadhana lillâhi ta’âlâ.   

Artinya, “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Mandi sunnah ini bisa dilakukan setiap malam di bulan Ramadan. Dilansir NU Online, topik mandi wajib menjelang Ramadan kerap kali mengemuka. Seolah ada keharusan bagi umat Islam untuk melaksanakan mandi wajib sebelum masuk bulan Ramadan atau sebelum berpuasa Ramadan.

Padahal, tidak ada syarat mandi wajib untuk bisa mengerjakan puasa Ramadhan. Ketentuan syarat wajib puasa dapat ditemui dalam hadits-hadits Nabi dan keterangan ulama sebagaimana berikut ini:

  • Muslim atau muslimah
  • Sudah baligh (cukup umur/tahu benar salah) dengan ketentuan ia pernah keluar mani dari kemaluannya baik dalam keadaan tidur atau terjaga dan khusus bagi perempuan sudah keluar haid
  • Memiliki akal yang sempurna atau tidak mengalami gangguan jiwa (ODGJ) baik karena disabilitas mental atau disebabkan mabuk
  • Kuat menjalankan ibadah puasa
  • Mengetahui awal bulan Ramadan.

“Jelas, penjelasan di atas tidak menyertakan wajib mandi untuk melakukan puasa Ramadhan. Mandi wajib bukan merupakan keharusan menjelang bulan Ramadhan. Sebab, mandi wajib hanya diharuskan bagi orang berhadats besar yang hendak melakukan ibadah yang memang disyaratkan demikian seperti shalat lima waktu dan tawaf, sedangkan puasa tidak termasuk,” jelas Ustaz Syamsul Arifin dari NU Online, dikutip pada Rabu (18/2/2026).

Tak Ada Keharusan Mandi Wajib Jelang Puasa

Saat bulan puasa memang ada anjuran mandi, tapi bukan mandi wajib, melainkan mandi sunnah yang dianjurkan pada setiap malam bulan puasa. Dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri (1/81) dijelaskan:

 و بقية الأغسال المسنونة مذكورة في المطولات منها الغسل لدخول المدينة الشريفة...ولكل ليلة من رمضان و قيده الأذرعي بمن يحضر الجماعة والمعتمد عدم التقييد بذالك  

Artinya, “Dan sisa mandi-mandi yang disunnahkan telah disebutkan dalam kitab-kitab yang panjang pembahasannya. Di antaranya adalah membersihkan badan karena hendak memasuki kota Madinah, dan setiap malam di bulan Ramadan. Imam Al-Adzra’i hanya membatasi pada orang yang hendak menghadiri berjemaah, sementara menurut pendapat yang kuat tidak ada pembatasan dalam hal itu.” 

Dari penjelasan di atas, tidak ada keharusan untuk mandi wajib menjelang bulan Ramadan karena bukan termasuk syarat atau rukun. Yang ada hanya mandi sunnah, itu pun berlaku pada setiap malam bulan Ramadan.

Waktu Pelaksanaan Mandi Sunnah di Malam Ramadan

Sayyid Abu Bakar Syatha’ dalam kitab I’anatut Thalibin memaparkan penjelasan beberapa mandi sunnah. Salah satunya mandi sunah di setiap malam selama bulan Ramadhan. Berikut ini penjelasannya:

قوله: ولكل ليلة من رمضان معطوف على الاعتكاف، أي ومن الأغسال المسنونة: الغسل لكل ليلة من رمضان. قال في النهاية: وقيده الأذرعي بمن يحضر الجماعة، والأوجه الأخذ بإطلاقهم اه. قال ع ش: ويدخل وقت الغسل بالغروب، ويخرج بطلوع الفجر. اه.

Artinya, “Maksudnya, yang termasuk dari mandi-mandi yang sunnah dilakukan adalah mandi setiap malam di bulan Ramadhan. Penulis kitab An-Nihayah mengatakan bahwa Imam Al-Adzra’i membatasi kesunahan mandi tersebut bagi orang yang hendak menghadiri shalat jamaah saja.

Meski demikian, menurut pendapat aujah atau yang lebih kuat, lebih baik mengambil pendapat yang mengatakan kemutlakan kesunahan mandi di setiap malam pada bulan Ramadhan tersebut (tanpa membatasi seperti pendapat Imam Al-Adzra’i).

Adapun menurut Imam Ali Syibramalisi, waktu kesunahan mandi di setiap malam pada bulan Ramadhan tersebut mulai berlaku saat matahari telah tenggelam di ufuk barat, dan berakhir sampai terbitnya fajar shadiq." (Sayyid Abu Bakar Syatha’, I’anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 1997 M], juz II, halaman 85).

Dari paparan di atas dapat pahami, salah satu mandi yang sunnah dilakukan adalah mandi sunah di setiap malam bulan Ramadhan. Adapun waktu kesunahannya mulai berlaku dari terbenamnya matahari di ufuk barat, sampai terbitnya fajar shadiq.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |