Gaya Hidup Orangutan yang Bisa Bikin Kamu Sehat, Ramping, dan Berotot

14 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Orangutan dikenal sebagai salah satu primata paling cerdas di dunia. Mereka hidup di hutan tropis dan memiliki pola makan alami yang sebagian besar terdiri dari buah, biji-bijian, hingga serangga. Menariknya, pola makan ini membuat tubuh orangutan tetap sehat, ramping, dan berotot. Mereka jarang mengalami obesitas, diabetes, atau penyakit metabolik lain yang kini menyerang jutaan manusia di seluruh dunia.

Sebenarnya, manusia dan orangutan memiliki nenek moyang yang sama, sehingga sistem biologis kita cukup mirip. Namun, manusia modern sering terpapar makanan olahan, yang mengganggu kemampuan adaptasi sistem metabolisme bawaan.

Berbeda dengan manusia, orangutan tidak memaksa tubuh mereka mengonsumsi makanan berlebihan. Mereka memperhatikan kualitas makanan, menjaga tubuh tetap aktif, dan mengetahui kapan harus beristirahat. Selain itu, mereka tidak makan makanan yang sama setiap hari. Pola makan mereka mengikuti ketersediaan makanan di habitatnya, sehingga tubuh mereka tetap seimbang.

Pola Hidup Orangutan yang Sehat

Penelitian selama 15 tahun di hutan lembab Kalimantan Tengah mengamati pola makan, pergerakan, dan reaksi tubuh orangutan saat menemukan buah langka. Hasilnya menunjukkan bahwa orangutan memiliki sistem keseimbangan alami.

Ketika makanan melimpah, mereka makan lebih banyak, tetapi saat makanan terbatas, mereka menyesuaikan asupan dengan energi yang dikeluarkan.

Tubuh orangutan sangat fleksibel dalam hal metabolisme. Mereka bisa menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama, tapi jika karbohidrat terbatas, mereka beralih ke lemak atau protein.

Saat buah sulit ditemukan, mereka mengurangi aktivitas, tidur lebih awal, jarang bepergian, dan menghemat energi.

Makanan favorit orangutan adalah buah, yang kaya karbohidrat dan energi. Ketika buah tidak tersedia, mereka beralih ke daun, kulit pohon, dan biji-bijian yang tinggi protein dan rendah gula.

Meskipun buah melimpah, orangutan tidak makan berlebihan. Mereka memastikan kebutuhan protein tercukupi, sehingga tubuh tetap ramping namun berotot.

Kemampuan orangutan mengganti sumber energi utama ini mirip dengan metode puasa pada manusia. Periode istirahat dari makan berlebihan dapat menurunkan stres oksidatif, yang berkaitan dengan penuaan dan penyakit.

Menjaga Konsumsi Protein

Menurut Erin Vogel, peneliti utama penelitian ini, temuan ini menunjukkan bagaimana orangutan beradaptasi dengan perubahan lingkungan melalui asupan nutrisi, perilaku, dan penggunaan energi tubuh.

"Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami pola makan alami dan dampaknya terhadap kesehatan, baik bagi orangutan maupun manusia," kata Vogel.

Dia, menambahkan, sistem biologis manusia seharusnya juga bisa beradaptasi seperti orangutan. Namun, pola makan modern yang dipenuhi makanan ultra-olahan mengganggu adaptasi ini, meningkatkan risiko kondisi metabolik seperti diabetes.

Studi lain oleh Will Aguado, mahasiswa doktoral, menemukan bahwa orangutan di Tuanan mendapatkan sebagian besar protein dari tanaman Bowringia callicarpa.

Daun dan bijinya membantu mereka bertahan saat buah langka, dan inilah salah satu alasan populasi orangutan di Tuanan berkembang pesat.

Vogel menekankan, pola makan orangutan yang alami berbeda jauh dari manusia modern. "Kebiasaan makan modern, ditandai tingginya konsumsi makanan olahan kaya lemak, dapat menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme dan masalah kesehatan," katanya.

Belajar dari orangutan, kita bisa memahami bahwa menjaga pola makan alami, fleksibel, dan seimbang merupakan kunci kesehatan dan metabolisme tubuh yang optimal.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |