Suka Sama Pasangan Orang Bisa Bikin Batin Tersiksa, Ini 4 Solusinya

17 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Ketertarikan pada seseorang yang sudah memiliki pasangan sering kali membuat batin tersiksa. Banyak orang merasa bingung, apakah harus menekan perasaan itu atau membiarkannya berkembang.

Dari sudut pandang psikologi, perasaan ini sebenarnya normal karena ketertarikan adalah bagian alami dari kehidupan manusia.

Menurut konselor kesehatan mental berlisensi Kristen K. Scarlett, jatuh hati pada pasangan orang lain tidak selalu berarti ada niat buruk untuk merusak hubungan mereka.

"Mengembangkan perasaan suka pada seseorang adalah hal yang wajar dan umumnya tidak berbahaya, bahkan bisa membuat hidup terasa lebih berwarna. Namun, tindakanlah yang bisa merugikan, jadi penting untuk mengakui perasaan itu dan mengendalikan pikiran agar emosi tidak mengambil alih," ujar Scarlett, dikutip dari marriage.com.

Perasaan suka sama pasangan orang sering kali menimbulkan konflik batin karena dianggap tabu di masyarakat. Rasa bersalah, cemburu, hingga frustrasi adalah emosi yang umum muncul dalam situasi ini. 

Scarlett menekankan, memiliki perasaan itu tidak sama dengan bertindak, sehingga yang terpenting adalah bagaimana seseorang menyikapi emosinya.

Spektrum Emosi yang Terjadi

Memahami alasan di balik ketertarikan ini bisa membantu mengelola emosi dengan lebih baik. Dengan begitu, perasaan tidak berubah menjadi obsesi yang dapat merusak hubungan maupun kesehatan mental.

Menyukai pasangan orang lain sering memicu campuran emosi. Beberapa di antaranya:

  • Cemburu. Reaksi alami yang muncul karena berharap mendapat perhatian, meskipun itu hanya fantasi.
  • Rasa bersalah. Perasaan ini sering timbul karena stigma sosial yang menganggap fenomena tersebut tabu.
  • Euforia. Perasaan berbunga-bunga saat memikirkan orang yang disukai bahkan bisa memicu pelepasan dopamin di otak, zat kimia yang terkait dengan rasa senang.

Kombinasi emosi ini bisa membuat situasi terasa rumit. Jika tidak dikelola dengan baik, batin bisa semakin tersiksa.

Pentingnya Kesadaran Diri dan Batasan Moral

Scarlett menegaskan bahwa perasaan suka sama pasangan orang tidak salah, tetapi masalah muncul ketika seseorang bertindak melampaui batas. Misalnya, mencoba merayu, berusaha memisahkan pasangan tersebut, atau bersikap terlalu intim.

"Masalah sesungguhnya muncul ketika tindakan kita melampaui batas hingga mengganggu hubungan orang lain. Karena itu, penting untuk memiliki kesadaran diri dan menghormati batasan orang lain," ujar Scarlett.

Dengan memiliki kesadaran diri, seseorang bisa mengelola perasaan dengan lebih sehat dan menghindari dampak negatif, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Solusi agar Tidak Tersiksa

Jika perasaan suka terhadap pasangan orang lain terus berlanjut, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari tekanan emosional:

  1. Batasi interaksi. Mengurangi intensitas kedekatan bisa membantu meredam perasaan.
  2. Alihkan perhatian. Isi waktu dengan aktivitas yang membuat bahagia, seperti olahraga, berkumpul dengan teman, atau mengejar hobi baru.
  3. Kelola pikiran. Jangan biarkan fantasi menguasai emosi. Ingat bahwa bertindak melampaui batas dapat menyakiti banyak pihak.
  4. Cari dukungan. Jika terasa berat, bicarakan dengan teman dekat atau profesional agar mendapat perspektif baru.

Scarlett menambahkan,"Jika perasaan itu terus berlanjut dan menyebabkan tekanan, ini bisa menjadi tanda untuk mengevaluasi kembali keterlibatanmu dalam hidup mereka dan mencari cara untuk melindungi kesejahteraan semua pihak."

Foto Pilihan

Murid sekolah dasar diperiksa mulut dan giginya saat kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SD Prestasi Global, Depok, Jawa Barat, Senin (4/8/2025).
Read Entire Article
Helath | Pilkada |